Mematikan Kei Hirose Jadi Kunci PSIS Membungkam Persela

PSIS Semarang berhasil memetik kemenangan penting di markas Persela Lamongan dalam laga lanjutan Shopee Liga 1 2019. Gol tunggal Hari Nur Yulianto memastikan tim Mahesa Jenar membawa pulang poin penuh di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (18/10/2019).

Beberapa kali peluang emas yang diciptakan Septian David Maulana dkk. selalu mentah diantisipasi penjaga gawang Persela. Gol yang ditunggu-tunggu baru lahir pada menit terakhir, Hari Nur Yulianto memanfaatkan proses serangan balik dan assist Bruno Silva.

Hasil ini sekaligus merupakan emenangan pertama PSIS Semarang dalam empat pertandingan terakhir. Tambahan tiga angka membuat PSIS mulai meninggalkan zona rawan degradasi. Kini PSIS mengemas 24 poin dan berada di urutan ke-12.

Pelatih PSIS, Bambang Nurdiansyah, setelah pertandingan mengaku tim asuhannya bisa menang atas Persela berkat kerja keras pemain yang tak mengenal lelah. Peran terbesar mengamankan poin di Lamongan bukan dari dirinya, namun Bruno Silva cs.

“Bersyukur kepada Tuhan atas tiga poin hari ini. Tapi, ingat pertandingan masih banyak, pekerjaan rumah juga banyak. Kemenangan PSIS Semarang karena pemain tidak mau kalah, pelatih hanya mengarahkan dan memutuskan,” terang Bambang Nurdiansyah dalam sesi konferensi pers sesudah pertandingan.

Mematikan Kei Hirose

Pelatih yang sering disapa Banur itu membeberkan kunci kemenangan PSIS Semarang tak lepas dari pengawalan ketat terhadap gelandang Persela, Kei Hirose. Banur menyebut gelandang enerjik asal Jepang itu cukup merepotkan tim asuhannya.

“Terus terang pemain Jepang mereka saya matikan. Saya sudah mempelajari dia, lantas pemain saya arahkan untuk mengawalnya. Hirose sangat berbahaya kalau dibiarkan,” jelas Banur.