Persebaya Merasa Beruntung Hadapi Persib di Bali

Pelatih Persebaya Surbaya, Wolfgang Pikal, merasa timnya diuntungkan harus bermain di Bali untuk menantang Persib Bandung. Duel itu merupakan laga pekan ke-23 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (18/10/2019).

Penyebabnya, dukungan bobotoh untuk Persib jelas akan berkurang dibanding saat bermain di Bandung. Malah, jumlah Bonek yang hadir menyaksikan laga ini diprediksi lebih banyak karena jarak Surabaya ke Bali lebih dekat.

“Kalau ditanya pengaruh, saya menilai pemindahan lokasi pertandingan ada sisi positifnya buat kami. Persib tidak akan mendapatkan dukungan dibandingkan di Bandung. Bisa jadi kami lebih banyak mendapat dukungan,” ucap Pikal.

Jumlah Bonek Bali terhitung cukup banyak untuk sebuah kelompok suporter yang mendukung klub luar Pulau Dewata. Biasanya, mereka yang tergabung dalam Bonek Bali merupakan perantauan dari Surabaya dan sekitarnya.

Seperti terjadi sebelumnya, ribuan Bonek, bahkan mencapai belasan ribu, mendatangi Pulau Bali saat Persebaya Surabaya bertanding di pulau tersebut. Sudah dua kali Persebaya bertandang ke markas Bali United itu, Bonek selalu memenuhinya.

Rekor Buruk Persib

Di sisi lain, Persib Bandung memiliki rekor yang tidak apik saat harus bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Maung Bandung tercatat sudah empat kali bermain di stadion itu, dan tidak pernah menang.

Rinciannya, masing-masing dua seri dan kalah. Satu kekalahan itu diderita saat berjumpa Persebaya Surabaya dengan skor 1-4 pada musim lalu. Pikal menilai catatan negatif Persib itu tidak bisa membuat timnya menganggap remeh.

“Itu cuma sugesti, namanya lapangannya hijau, saya tidak percaya dengan ini. Kami harus main bagus, dapat sedikit untung, kami bisa berhasil,” ucap pelatih berpaspor Austria tersebut.