Duel Robert Alberts Vs Wolfgang Pikal: Adu Taktik Pelatih Asing Beda Pengalaman

Pertemuan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya dalam pekan ke-23 Shopee Liga 1 2019 melahirkan satu duel menarik antara Robert Alberts dan Wolfgang Pikal. Pelatih masing-masing tim akan adu strategi untuk memenangkan pertandingan ini

Kebetulan, dua tim eks Perserikatan ini dilatih oleh pelatih asing yang sama-sama berasal dari Eropa, meski berbeda negara. Persib ditangani oleh Robert Alberts asal Belanda, sedangkan Persebaya berada di bawah arahan Wolfgang Pikal dari Austria.

Dari usia, keduanya terpaut cukup jauh, mencapai 13 tahun. Robert lahir pada 1954, sedangkan Pikal pada 1967. Pengalaman kedua pelatih ini juga jelas jauh berbeda.

Robert memiliki rekam jejak yang lebih beragam dan membuatnya sarat pengalaman. Dia sudah menjadi pelatih sejak 1984 di Swedia, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, hingga ke Indonesia.

Berbagai gelar juga dipersembahkan oleh Robert di beberapa klub yang pernah ditanganinya. Di antaranya adalah memberi gelar juara kasta kedua Malaysia untuk Kedah FA dan Sarawak FA. Di Singapura, dia membawa Home United menjuarai edisi 1999.

Pindah ke Indonesia, Robert Alberts mempersembahkan gelar Indonesia Super League 2009-2010 untuk Arema. Artinya, pelatih satu ini sudah malang melintang di kompetisi Asia Tenggara dan tidak bisa dianggap sebelah mata.

Dari gaya permainan, Robert Alberts mengandalkan kecepatan pemain sayap sesekali saat celah lini pertahanan lawan muncul. Tapi, mereka juga kerap memiliki gelandang yang mampu mengalirkan bola dengan lancar ke lini depan.

Berbeda dengan Robert Alberts, Pikal tergolong kurang dalam hal pengalaman. Sosok satu ini terbilang lambat untuk memulai karier sebagai pelatih. Selama ini, dia dikenal sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia pada 2010, 2014, dan 2016 membantu kerja pelatih kepala Alfred Riedl.

Rekam jejak Pikal yang baru saja mengantongi lisensi AFC Pro juga tidak sementereng Robert Alberts. Dia bahkan baru menjadi pelatih kepala sebuah klub kasta tertinggi saat menangani Persebaya mulai akhir Agustus lalu.

Situasinya pun sebenarnya karena darurat. Mulanya, Persebaya menunjuk Alfred Riedl sebagai pelatih kepala dan Pikal menjadi asisten pelatih. Namun, Riedl mengalami masalah pada kesehatannya sehingga Pikal langsung naik pangkat.

Sejak menjadi pelatih kepala Persebaya, Pikal tidak mengubah gaya permainan tim berjulukan Bajul Ijo itu. Dia tetap meminta anak asuhnya bermain ngeyel, ngosek, dan wani yang telah menjadi ciri khas permainan klub asal Kota Pahlawan itu.

Gaya permainan itu selalu sejalan saat mereka memiliki pemain asal Brasil yang juga memiliki kemampuan fisik mumpuni. Persebaya sendiri mempunyai trio asal Negeri Samba pada diri David da Silva, Diogo Campos, dan Otavio Dutra.

Laga ini bahkan menjadi pertemuan kali pertama kedua pelatih yang sama-sama menjadi pelatih kepala. Saat melakoni sesi latihan resmi, keduanya sempat bertemu dan berbincang lama seolah merupakan sahabat yang sudah lama tidak bersua.