Uni Papua Bakal Gelar Turnamen Sepak Bola Pancasila 2020

Komunitas sepak bola Uni Papua berencana untuk menggelar Turnamen Sepak Bola Pancasila 2020. Bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Uni Papua ingin menggelar sebuah turnamen sepak bola yang mengkampanyekan nilai-nilai Pancasila.

Kerja sama antara Uni Papua dan BPIP diawali dengan program pertemuan sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2019. Rencananya akan ada metode pelatihan sepak bola karakter bagi masyarakat yang akan dilaksanakan di Stadion Sepak Bola Benteng, Tangerang, Banten.

Sebagai rangkaian kerja sama, BPIP dan Uni Papua akan melaksanakan turnamen sepak bola Pancasila yang diperuntukkan bagi siswa dan siswi U-13 dengan sistem permainan lima pemain melawan lima pemain dan digelar di enam kota besar di Indonesia, yaitu Medan, Surabaya, Pontianak, Manado, Bali, Manokwari, dan final nasional yang digelar di Jakarta pada 28 Oktober 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPIP, Prof Hariyono, menilai lewat sepak bola yang didalamnya diberikan pengetahuan mengenai karakter dan menanamkan nilai-nilai Pancasila bisa membentuk anak-anak Indonesia sebagai pemenang dalam jiwanya. Hal yang sama seperti yang dilakukan Jepang sekitar 20 tahun lalu melalui komik dan film Tsubasa.

Ketua Uni Papua, Harry Widjaja, pun mendukung penggambaran dari Prof Hariyanto, di mana ia mengakui Spanyol telah melahirkan Tiki-Taka, Belanda dengan Total Football, dan Brasil dengan Samba. harry menyebut Indonesia juga harus dikenal sepak bolanya dengan mengedepankan ideologi Pancasila.

“Dengan dilaksanakannya penandatanganan ini, kami dari Uni Papua juga ikut bertanggung jawab dalam membina, mendidik, dan memberi hal yang positif serta menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus Bangsa Indonesia melalui sepak bola,” ujar Harry Widjaja, seperti tertulis dalam rilis yang diterima Bola.com.

Sejauh ini, Uni Papua telah didukung oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk menggelar Football for Peace Festival yang telah digelar selama tiga tahun ebrturut-turut dan diikuti oleh kedutaan negara-negara sahabat, ekspatriat, perguruan tinggi, dan komunitas olahraga di Indonesia.