Timnas Indonesia U-22 Harus Kerja Keras Agar Bisa Lolos dari Grup Neraka SEA Games 2019

Timnas Indonesia U-22 menjadi juru kunci klasemen di ajang CFA Team China Chong Qing Three Gorges Bank Cup International Football Tournament 2019. Dari tiga kali berlaga, anak asuh Indra Sjafri hanya meraih satu poin dari hasil imbang melawan Arab Saudi 1-1. Sisanya, Garuda Muda ditekuk China dan Yordania dengan skor identik 0-1.

Namun, pengamat sepak bola Indonesia yang juga seorang pelatih, Toni Ho, menganggap kegagalan ini menjadi pelajaran penting bagi Egy Maulana Vikri dkk. sebelum tampil di SEA Games 2019 Filipina, November mendatang.

“Jika melihat lawan-lawan di turnamen CFA, tiga tim yang dihadapi Indonesia punya kelas di atas kita. Tapi, ini akan jadi pengalaman berharga untuk tampil di SEA Games nanti. Coach Indra Sjafri pasti mengevaluasi kelemahan Timnas Indonesia U-22 agar tak terulang di Filipina nanti,” kata Toni Ho.

Timnas Indonesia U-22 berada di Grup B sepak bola SEA Games 2019 bersama Thailand, Vietnam, Singapura, Laos, dan Brunei Darussalam. Pengamat yang juga merupakan pelatih Persipura U-20 ini tetap optimis Indonesia bisa lolos dari grup neraka ini.

“Grup Indonesia sangat berat karena ada Thailand dan Vietnam. Secara tradisi, Indonesia sering kesulitan bila berhadapan dengan Thailand. Sedangkan Vietnam juga lawan yang tidak mudah. Tampaknya Vietnam akan menurunkan tim yang pernah berlaga di Piala Dunia U-20 lalu. Peluang lolos tetap ada, asal semua harus kerja keras,” tuturnya.

Pada SEA Games 2019 nanti para pemain Timnas Indonesia U-22 harus punya mental lebih kuat. Terutama saat menghadapi Thailand dan Vietnam. “Thailand pasti ingin balas dendam saat dikalahkan Indonesia di Final Piala AFF U20 lalu. Tren sepakbola Vietnam juga sedang bagus,” ujarnya.