Timnas Indonesia U-22 Diremehkan Tim Lawan dalam Persaingan Grup B SEA Games 2019?

Timnas Indonesia U-22 harus menerima fakta tergabung di grup yang dianggap tak ringan. Sesuai hasil pengundian grup (15/10/2019), tim besutan pelatih Indra Sjafri itu berada di Grup B bersama Thailand, Vietnam, Singapura, Laos, dan Brunei Darussalam.

Di atas kertas, ada tiga negara yang dianggap punya potensi besar menjegal ambisi Timnas Indonesia U-22 untuk meraih medali emas, yakni Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Thailand berstatus juara bertahan. Bahkan, sejak SEA Games edisi 2001 hingga 2017, Thailand mampu keluar sebagai juara dan meraih medali emas sebanyak tujuh kali (2001, 2003, 2005, 2007, 2013, 2015, 2017).

Sementara Vietnam, memang belum pernah mendapat medali emas di SEA Games. Vietnam pernah sekali menyabet medali emas, namun ketika SEA Games masih bernama South East Asian Peninsula Games (SEAP Games) pada 1959 dan Vietnam ketika itu masih bernama Vietnam Selatan.

Setelah itu, prestasi terbaik Vietnam di SEA Games adalah medali perak. Itu pun sudah lama, yakni pada edisi 2005. Alhasil, di bawah era pelatih Park Hang-seo, Vietnam begitu menggebu meraih medali emas.

Apalagi, sejak dilatih Park Hang-seo, medali emas SEA Games jadi “satu-satunya” prestasi prestisius yang belum dipersembahkan pelatih asal Korea Selatan itu.

Park sudah membawa Timnas Vietnam U-23 ke final Piala AFC 2018, empat besar Asian Games 2018, mengantar Timnas Vietnam2senior jadi juara Piala AFF 2018, dan ke perempat final Piala Asia 2019.

Medali emas SEA Games jadi target yang realistis buat Vietnam untuk diwujudkan dalam waktu dekat mengingat euforia sepak bola di negara itu saat ini sedang membumbung tinggi.

Jangan lupakan pula Singapura, yang belakangan di bawah arahan Fandi Ahmad terus menggelar persiapan intensif, termasuk berlatih dan beruji coba di Jepang demi menyabet medali emas pertama di SEA Games.

Lantas, di mana “posisi” Timnas Indonesia U-22 di peta persaingan Grup B, di antara impitan tiga tim tangguh serta dua tim lain (Laos dan Brunei) yang berpotensi jadi kuda hitam?

Mengacu pada beberapa komentar pelatih-pelatih di negara tetangga, secara khusus Thailand, Vietnam, dan Singapura, Timnas Indonesia U-22 sepertinya tak masuk radar persaingan alias tak difavoritkan lolos ke semifinal.

Mantan pelatih Timnas Thailand U-22, Worrawoot Srimaka, mengungkap pernyataan yang cukup berani. Kepada media Thailand, Siam Sports, ia menuturkan pendapatnya.

“Menurut pendapat saya, grup ini tak terlalu berat buat Thailand. Rival utama Thailand di grup ini adalah Vietnam. Ini jadi peluang buat Thailand untuk kembali meraih medali emas. Namun, tekanan untuk berprestasi bisa jadi beban. Hanya, saya melihat problem terbesar yang bakal dihadapi kemungkinan adalah kondisi lapangan yang berumput buatan. Bermain di rumput artifisial bisa mendatangkan kesulitan buat pemain Thailand,” ujar pelatih yang mengantar Thailand menyabet medali emas SEA Games 2017 itu, seperti dikutip dari Bongdaplus.

“Pada akhirnya, saya percaya penuh dengan potensi pemain muda Thailand. Mereka dipimpin oleh pelatih berkuallitas, Akira Nishino. Pelatih asal Jepang itu akan membantu Thailand merebut medali emas SEA Games keempat secara beruntun,” imbuh Worrawoot.

Mantan pelatih Timnas Thailand yang lain, Charnwit Polcheewin, juga dimintai komentarnya.

“Dipastikan, tim yang bakal bersaing ketat dengan Thailand adalah Vietnam. Menurut saya, hal bagus buat Thailand bermain melawan Vietnam di penyisihan grup karena dengan begitu kami tak bertemu mereka di semifinal. Jujur saja, saya khawatir dengan kemungkinan Thailand bertemu Vietnam di semifinal karena meski Vietnam sering kalah di semifinal, saat ini mereka tim yang sangat kuat,” tutur Charnwit.

“Akan sangat bagus melihat Thailand dan Vietnam di laga puncak. Thailand akan memupus asa Vietnam untuk meraih medali emas SEA Games,” lanjut pelatih yang menghadirkan medali emas SEA Games 2005 buat Thailand itu.

Pelatih Vietnam, Phan Thanh Hung, punya pendapat tak jauh beda.

“Selain Thailand, saya tak punya banyak informasi tentang tim lawan Vietnam di Grup B. Tapi, menurut pendapat saya, Timnas Vietnam U-22 merupakan tim terkuat di Grup B, bahkan yang terkuat di antara peserta SEA Games 2019,” Phan Thanh Hung seperti dilansir dari The Gioi.

“Laos dan Brunei dianggap sebagai dua tim terlemah, sulit bersaing melawan Thailand, Vietnam, Indonesia serta Singapura. Indonesia belakangan ini gencar dalam pengembangan usia muda, jadi mereka perlu diperhatikan. Singapura? Mereka tak terlalu spesial, mereka tak cukup kuat di turnamen usia muda,” ulasnya.

“Saya tetap meyakini Vietnam dan Thailand yang akan menduduki dua teratas di grup, dan melaju ke semifinal,” tutur Phan Thanh Hung, pelatih Timnas Vietnam dan U-23 pada 2010-2012 itu.

Satu lagi komentar yang dirangkum Bola.com datang dari pelatih Timnas Singapura U-22, Fandi Ahmad. Dalam pernyataannya tak lama setelah drawing tuntas digelar, ia hanya menyebut Vietnam dan Thailand sebagai tim kuat di Grup B.

“Kami berada di grup berat. Thailand dan Vietnam, keduanya sudah lolos ke putaran final Piala AFC U-23 tahun depan. Tapi, ini akan jadi motivasi buat kami, bertanding melawan tim-tim terbaik di ASEAN dan kami akan siap secara mental dan fisik untuk pertarungan berat di depan,” ujar Fandi Ahmad, dikutip dari situs resmi Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS).

Berbagai pernyataan itu tentu saja pendapat personal dan tak semestinya mengurangi kepercayaan diri skuat Indonesia U-22 yang sekarang juga sedang menempa diri untuk menghadirkan kembali medali emas SEA Games, yang kali terakhir diraih pada edisi 1991.

Meski secara tersurat menganggap Indonesia tak difavoritkan atau bahkan ditepikan dari persaingan menuju semifinal, hal ini bisa diubah jadi motivasi untuk membuktikan bahwa pendapat itu tak benar. Atau, Timnas Indonesia U-22 bisa jadi kuda hitam, yang memberikan kejutan buat tim-tim yang dianggap kuat di Grup B itu.