PSMS Medan Jamu Aceh Babel United Di Riau

PSMS Medan akhirnya mendapatkan kepastian terkait venue pertandingan melawan Aceh Babel United dalam lanjutan grup Barat Liga 2 2019. Sebelumnya, laga melawan Babel United harus mengalami dua kali penundaan lantaran tidak mendapatkan izin dari pihak Kepolisian.

Berdasarkan surat resmi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), laga tunda tersebut akan digelar di Pekanbaru, Riau, 21 Oktober nanti.

“Ya, inilah konsekuensinya yang harus kami terima. Dan masih bersyukur karena sempat berdebat dengan mereka tadi malam, kami yang paling ngotot minta main di Pekanbaru, karena dari pihak Babel tidak mau main di Medan lantaran sudah dua kali gagal. Mereka minta main di Stadion PTIK Jakarta,” kata Julius Raja, sekretaris tim PSMS kepada Goal Indonesia, Selasa (15/10).

Sementara itu, PSMS sudah bertolak ke Langsa melalui perjalanan darat untuk melakoni laga kandang ‘usiran’ di Stadion Langsa, Kamis (17/10). Beberapa pemain yang sebelumnya diragukan tampil dipastikan ikut serta.

Seperti kapten tim Legimin Raharjo yang sudah pulih dari cedera. Ilham Fathoni sudah pulih setelah sempat menderita demam berdarah, serta Renggur. Untuk laga ini Bruno Casimir juga sudah bisa turun setelah absen dua laga.

Namun kiper Nasirin tidak dibawa karena demam dan Rendi masih cedera. Sementara Natanael Siringoringo masih memperkuat timnas Indonesia U-23 di Tiongkok.

“Ada beberapa yang absen. Tapi Legimin sudah berlatih, jadi kami bawa. Bruno hanya absen lawan Babel saja,” kata Jafri Sastra, pelatih PSMS.

Menjamu Persiraja yang notabene masih di wilayah Aceh juga tentu tidak mudah. Persiraja sendiri saat ini memuncaki klasemen grup Barat dan sudah lebih dulu memastikan tiket babak 8 besar.
Jafri juga tidak mau mempermasalahkan soal laga kandang yang harus pindah ke Langsa.

“Kondisi realnya seperti ini kami harus terima saja kalau di Medan tidak boleh mengadakan pertandingan karena izin. Mereka tim yang kuat dan solid. Apalagi mereka kuasai klasemen wilayah barat. Pasti secara mental sudah siap. Kami juga tidak punya kamus lagi selain memenangkan pertandingan,” tambah Jafri.

Sementara kapten tim PSMS, Legimin, mengatakan timnya harus bekerja lebih keras karena tidak bermain di Teladan. Namun dia yakin suporter siap menemani.

“Ya mau bagaimana lagi, memang begini situasinya. Insya Allah saya sudah enakan (dari kondisi cedera). Pemain semua juga sudah mengerti kondisinya,” kata Legimin.(gk-71)