Persib Vs Persija di Surabaya, Robert Rene Alberts: Alternatif yang Berat

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mengungkapkan pendapatnya terkait kabar T Maung Bandung yang akan menghadapi Persija Jakarta di Surabaya.

Persib Bandung harus menjadi tim terusir dalam beberapa pekan di Liga 1 2019.

Hal itu diakibatkan oleh tak keluarnya surat izin untuk Persib menggelar beberapa laga di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Beberapa pertandingan diputuskan untuk dimainkan di luar Bandung dan ada pula yang akhirnya ditunda.

Pertandingan Persib menghadapi Arema FC di pekan ke-21 Liga 1 2019 menjadi partai yang harus dimainkan anak asuh Robert Rene Alberts tersebut di lain waktu.

Sementara Persib harus menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-23 Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, pada Jumat (18/10/2019).

Untuk laga penting lainnya, yaitu menghadapi Persija Jakarta, Persib diperkirakan akan menggelar pertandingan tersebut di tempat lain.

Sempat ada rencana untuk menggunakan kembali markas Bali United tersebut untuk menghadapi Persija.

Akan tetapi, hal itu tampaknya tak akan terealisasi mengingat Bali United akan menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta untuk menjamu Barito Putera sehari sebelum laga Persib versus Persija pada 27 Oktober 2019.

Beberapa opsi sedang direncanakan pihak panpel, namun belum ada kejelasan di mana laga big match paling ditunggu di Indonesia tersebut akan berlangsung.

Salah satu kabar yang beredar, Persib Bandung akan meladeni Persija di Kota Surabaya.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts, angkat bicara terkait kabar tersebut.

“Itu alternatif yang kami punya dari beberapa solusi lain,” ujar Alberts dikutip BolaSport.com dari Vikingpersib.com pada Selasa (15/10/2019).

Namun, jika laga tersebut jadi dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Kota Surabaya, artinya Persib akan menjadi tim petualang hingga pekan ke-26 Liga 1 2019.

Soalnya, Maung Bandung harus pergi ke empat kota dalam kurun waktu tiga minggu.

Jika diurutkan, Persib harus bertolak ke Bali untuk menjamu Persebaya di pekan ke-23.

Kemudian, Supardi Nasir dkk. harus terbang ke Jakarta untuk bertandang menghadapi Bhayangkara FC.

Lalu Pangeran Biru harus melakukan perjalanan ke Surabaya untuk meladeni perlawanan Persija sebelum ke Palangkaraya untuk melawan Kalteng Putra.

“Sangat berat untuk tim pergi ke Bali, ke Jakarta, lalu ke Surabaya, dan ke Kalteng. Hal ini tidak akan mudah bagi tim mana pun di dunia,” tutur Robert Rene Alberts menerangkan.