Persebaya Surabaya Dibuat Tekor Jelang Laga Kontra Persib Bandung

Manajemen Persebaya Surabaya diminta oleh pengelola Stadion Kapten I Wayan Dipta di Kabupaten Gianyar, Bali untuk mengganti kerugian akibat adanya kerusakan pada markas milik Bali United tersebut.

Kerusakan Stadion Dipta terjadi saat pertandingan final Elite Pro Academi U-20 antara Persebaya Surabaya melawan Barito Putera pada Sabtu (12/10/2019).

Sejumlah suporter ikut meramaikan pertandingan final tersebut di mana hasil akhirnya, Persebaya Surabaya berhasil menang.

Pasukan muda Bajul Ijo jadi juara setelah mengalahkan Barito Putera melalui babak adu penalti setelah laga normal imbang dengan skor 3-3.

Namun tidak disangka, beberapa oknum suporter Persebaya Surabaya melakukan tindakan yang merugikan pengelola Stadion Dipta.

Mereka merusak sejumlah fasilitas yang ada di arena itu.

Diketahui suporter yang meramaikan pertandingan final tersebut adalah dari Bonek sebagai fan setia Persebaya.

Praktis, Persebaya Surabaya mendapat teguran dari pengelola Stadion Dipta.

Mereka juga harus membayar ganti rugi akibat adanya kerusakan parah pada fasilitas arena yang dikelola Bali United tersebut.

Stadion Dipta juga akan digunakan sebagai tempat menggelar laga big match antara Persib kontra Persebaya.

Pertandingan kedua tim akan berlangsung pada Jumat (18/10/2019) malam.

Dilansir BolaSport.com dari laman resmi klub, Kamis (17/10/2019), laporan pengelola stadion, sejumlah single seat tribune timur Stadion Dipta mengalami kerusakan.

Yahya Hasan Alkatiri selaku Manajer Elite Pro Academy Persebaya Surabaya mengaku manajemen Persebaya sudah menerima sejumlah kerugian secara menyeluruh.

“Tidak ada salahnya meminta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan dan bahwa tidak ada unsur kesengajaan untuk melakukan,” kata Yahya Hasan Alkatiri.

“Dari catatan yang dikirimkan manajemen Bali United, sebanyak 14 kursi rusak.”

“Begitu menerima catatan tersebut, kami langsung berkomunikasi dengan Bali United untuk menyelesaikannya. Alhamdulilah sudah selesai,” ujar Yahya Hasan Alkatiri.

Dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak tidak terkecuali manajemen Bali United dan berharap insiden perusakan fasilitas tidak kembali terjadi.

“Kami mohon maaf atas kejadian kurang mengenakan selama tim kami berada di stadion,” kata Yahya.

“Persaudaraan yang terjalin selama ini terlalu berharga jika sampai hancur oleh kursi yang rusak, fasilitas yang rusak.”