Masa Depan Simon McMenemy Bisa Ditentukan Saat Kongres PSSI

Permintaan Simon McMenemy untuk keluar dari kursi kepelatihan timnas Indonesia semakin kencang terdengar di media sosial.

Suporter timnas Indonesia tampaknya sudah kecewa dengan permainan skuad Garuda di bawah asuhan Simon McMenemy.

Timnas Indonesia belum meraih satu poin pun dari empat pertandingan babak penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Total 15 gol dirasakan timnas Indonesia dari pemain-pemain Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab (UEA), dan Vietnam.

Flashback, Simon McMenemy didatangkan pada 20 Desember 2018 dengan durasi kontrak dua tahun.

Target utama Simon McMenemy membawa timnas Indonesia meraih gelar juara Piala AFF 2020.

Namun sepertinya, Simon McMenemy tidak lama lagi akan keluar dari pelatih timnas Indonesia.

Sebab, masa depannya kemungkinan besar akan ditentukan saat Kongres PSSI pada 2 November 2019.

Salah satu Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Refrizal, mengatakan ia dan rekan-rekannya belum bisa menentukan masa depan pelatih asal Skotlandia.

Mepetnya waktu dengan agenda Kongres PSSI menjadi alasan pria asal Padang, Sumatera Barat, itu.

“Kami dari Exco PSSI belum bisa membahas nasib Simon McMenemy,” kata Refrizal saat dihubungi BolaSport.com, Rabu (16/10/2019).

“Memang setelah kekalahan dari Vietnam semalam, banyak anggota Exco PSSI yang berkomentar, tapi kan sebentar lagi ada Kongres PSSI,” ucap Refrizal menambahkan.

Salah satu agenda Kongres PSSI pada 2 November mendatang untuk menentukan kepengurusan baru federasi sepak bola Indonesia itu periode 2019-2023.

Ketua Umum PSSI yang baru nanti memiliki berhak untuk memutuskan masa depan Simon McMenemy.

Para bakal calon Ketua Umum PSSI sudah memiliki beberapa kandidat pelatih baru untuk timnas Indonesia.

Sejauh ini, sepertinya tidak ada yang ingin memperpanjang masa bakti dari eks pelatih Bhayangkara FC itu.

“Mungkin nasib Simon McMenemy bisa ditentukan saat Kongres PSSI nanti ketika ada pengurus baru,” kata Refrizal.

“Tapi lebih baik menurut saya, Simon McMenemy sadar diri untuk mundur sebelum Kongres PSSI dimulai,” tutup Refrizal.