Jadi Batu Sandungan Laga Kandang Persib, Polda Jawa Barat Minta Maaf

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat meminta maaf kepada manajemen Persib Bandung terkait sulitnya izin menggelar laga.

Persib harus menjadi tim petualang ketika menjamu lawan-lawannya dalam beberapa pekan ke depan.

Sebab, Persib tak mendapatkan izin dari pihak keamanan, dalam hal ini Polda Jawa Barat akibat ditakutkan pertandingan yang dilakoni akan menjadi sumber ancaman keamanan.

Oleh sebab itu, manajemen Persib akhirnya memutuskan untuk memindahkan kandangnya sementara ke Bali.

Untuk menghadapi Persebaya Surabaya, Persib akan menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, sebagai venue pertandingan.

Tak hanya menghadapi Persebaya, panpel Persib diprediksi juga akan kesulitan mendapatkan izin untuk menggelar laga big match menghadapi Persija Jakarta yang sedianya berlangsung pada 28 Oktober.

Selain kedua laga tersebut, pertandingan menghadapi Arema FC yang seharusnya digelar di pekan ke-21, harus ditunda dan kabarnya juga akan digelar di luar Bandung.

Atas kesulitan manajemen Persib tersebut, Poda Jabar akhirnya meminta maaf.

“Kepada penyelenggara, kami mohon maaf,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, dikutip BolaSport.com dari TribunJabar.id.

“Pertimbangannya jelas aspek keamanan, tidak lain tidak lebih. Disarankan laga di luar Jabar,” ucapnya di Mapolrestabes Bandung pada Selasa (15/10/2019).

Dalam kesempatan yang sama dirinya mengungkapkan beberapa alasan tak diizinkannya Persib menghadapi beberapa lawannya tersebut.

“Dengan situasi yang ada, aspek keamanan belum memungkinkan pertandingan digelar di Jabar,” kata Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

“Mengingat pertimbangan tadi, situasi yang ada sebenarnya kondusif. Namun, kami antisipasi adanya gangguan keamanan jika laga tetap diadakan di Bandung,” tuturnya.

Kombes Trunoyudo juga mengatakan bahwa pihaknya punya catatan tersendiri terkait Persib dan suporternya ketika menghadapi tiga tim tersebut.

“Kami punya evaluasi pertandingan terdahulu, adanya kejadian antara dua kesebelasan yang bertanding pernah berdampak,” ucap Kombes Trunoyudo.

“Ini pertimbangan juga. Kami mengantisipasi saja,” ujarnya.