Dihukum Larangan Bermain, Gelandang PSIS Semarang Nilai Komdis PSSI Berlebihan

Gelandang pekerja andalan PSIS Semarang, Heru “Eto’o” Setyawan, dipastikan tidak akan diturunkan saat dijamu Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (18/10).

Eks pemain Persis Solo tersebut mendapatkan hukuman dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait tingkah laku buruk saat pertandingan lawan Perseru Badak Lampung FC di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, pada 29 September 2019.

Sanksi tersebut berdasarkan surat Komdis tertanggal 2 Oktober 2019 dalam kasus pelanggaran disiplin Nomor 106/L1/SK/KD-PSSI/X/2019, yang ditandatangani Asep Edwin Firdaus. Heru terbukti melakukan pelanggaran dan bertindak tidak sportif dengan mendorong pemain Perseru Badak Lampung FC, Marcus Vinicius.

Dalam surat tersebut, pemain berusia 26 tahun tersebut dihukum larangan bermain satu pertandingan saat lawan Persela.

Menanggapi hukuman itu, Heru mengaku kecewa. Terkait kejadian tersebut merupakan spontanitas dan sanksi tersebut dirasanya sangat berlebihan.

“Sanksi yang terlalu berlebihan, karena menurut saya pelanggaran tersebut tidak parah dan reaksi saya atas pelanggaran dari lawan. Saya masih tidak percaya dengan sanksi dari Komdis PSSI,” tegas Heru.

Dia menyesalkan sanksi tersebut, karena posisi PSIS masih dalam status lampu kuning dari zona degradasi, di mana tenaga Eto’o sangat dibutuhkan menjaga kerapatan lini tengah Laskar Mahesa Jenar.

Pelatih PSIS, Bambang Nurdiansyah, juga menyesalkan adanya sanksi dari Komdis PSSI ini. Menurutnya, Eto’o adalah nyawa lini tengah bersama Finky Pasamba dalam beberapa pertandingan terakhir.

“Tapi mau bagaimana lagi, karena tidak bisa banding. Kami harus terima sanksi tersebut dan mempersiapkan pengganti Heru melawan Persela,” kata Banur, sapaan karib Bambang Nurdiansyah.

Terpisah, manajer umum PSIS, Wahyu “Liluk” Wienarto mengatakan, manajemen tidak akan melakukan banding atas sanksi tersebut, karena memang tidak diperkenankan banding.

“Manajemen menerima sanksi komdis. Saya yakin coach Banur memiliki banyak opsi pemain menggantikan Heru yang di beberapa pertandingan terakhir memang menjadi pemain utama di lini tengah,” ucap Liluk.(gk-18)