Ungkapan Irkham Zahrul Mila Setelah Cetak Gol Perdana Untuk Timnas Indonesia U-22

Menusuk di sela-sela pemain tinggi besar pemain bertahan Arab Saudi, Irkham Zahrul Mila, yang berpostur 165 cm berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulannya pada menit ke-14. Setelah mencetak gol, dia tidak selebrasi secara berlebihan. Dengan gaya khasnya mengusap kepala yang digunakan untuk mencetak gol ke gawang Arab Saudi sembari dikerumuni rekan-rekannya.

Pada laga yang digelar di Stadion Wanzhou, Chongqing, Tiongkok, Selasa (15/10), itu timnas Indonesia U-22 dan Arab Saudi berbagi skor imbang 1-1. Ini merupakan laga pemungkas Indonesia dalam ajang bertajuk Chongqing International Football Tournament 2019. Sebelumnya, Indonesia sudah menelan kekalahan dari Tiongkok (2-0) dan Yordania (1-0).

Dihubungi Goal Indonesia, putra dari pasangan Tarwadi dan Badriyah tersebut mempersembahkan gol perdananya bersama timnas untuk keluarga serta masyarakat Tegal, yang merupakan tanah kelahirannya.

“Alhamdulillah, di pertandingan ketiga saya bisa mencetak gol penyama kedudukan. Gol khusus untuk orang tua dan warga Tegal. Secara umum, gol untuk pencinta timnas Indonesia. Hasil satu poin memang belum memberikan kami tiket ke fase berikutnya, tetapi ini adalah proses belajar di timnas U-22,” jelas Mila.

Di pertandingan lawan Arab Saudi, pemain berusia 21 tahun ini kembali mengisi trisula serang skuad Garuda dengan formasi 4-1-2-3, mengandalkan Mila di kiri, M. Rafli di pos striker, dan Egy Maulana Vikri di sayap kanan. Permainannya cenderung meningkat dan menjadi andalan lini serang ketika Egy mendapatkan pengawasan khusus dari tim bertahan lawan.

“Sepakbola adalah kerja sama tim dan itu yang ditekankan coach Indra Sjafri. Siapa pun yang diturunkan mengisi starting XI, tugasnya sama yakni memberikan kemampuan maksimal untuk bangsa dan negara,” tegas Mila.

Sosok winger PS Sleman ini bukanlah nama yang familiar bagi pencinta sepakbola nasional. Di timnas arahan Indra Sjafri, namanya kalah tenar dibanding pemain seperti Egy Maulana Vikri, M. Rafli, Syahrian Abimanyu, hingga Andi Setyo Nugroho.

Namun, saat bertemu Tiongkok dalam ajang Chongqing International Footbal Championship 2019, Indra Sjafri memasukkan Mila sebagai starting XI saat bertanding di Stadion Wanzhou, Jumat (11/10) lalu. Itu adalah debut perdana internasional pesepakbola yang belajar mengolah si kulit bundar di SSB Bina Tama Tegal tersebut.

Mila yang mendapatkan julukan Wonderkid dari Tanah Ngapak, belum puas atas capaian turnamen di Tiongkok, karena tidak bisa memberikan hasil terbaik untuk pencinta timnas di Tanah Air.

Mila juga tidak akan melupakan momen debut perdana berkostum timnas, karena sangat bermakna dalam karier sepakbolanya. Ketika itu, dia diturunkan selama 72 menit sebelum digantikan pemain muda PSMS Medan, Natanael Siringoringo.

“Kalau debut perdana, alhamdulillah, senang bisa debut pertama di laga internasional bersama timnas. Saya sangat menikmati pertandingan. Namun juga sedih, karena kami belum bisa memberikan kemenangan,” imbuhnya.

Kendati diberikan kesempatan oleh Indra untuk mengisi tempat utama dalam dua pertandingan di Tiongkok, pemuda asal Desa Harjosari Lor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, ini tak ingin cepat puas. Wejangan dari Indra dicerna sangat baik saat bertanding.

“Kalau evaluasi diri sendiri, tentu saya masih sangat kurang, masih harus banyak belajar dan butuh perbaikan. Selesai latihan maupun bertanding, saya selalu bertanya kekurangan kepada teman dan tim pelatih. Hal ini sangat penting untuk kemajuan saya sendiri di sepakbola,” tuturnya.(gk-18)