Pemain Muda PSIM Yogyakarta: Jangan Pandang Sebelah Mata Putra Daerah

Pemain muda PSIM Yogyakarta, Yoga Pratama, tampak sangat emosional usai mencetak gol pertama ke gawang Persatu Tuban yang dijaga Rully Desrian pada menit ke-28 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu (13/10).

Gol perdananya musim ini melalui proses yang indah. Yoga berhasil mengelabui penjagaan tiga peman belakang di sisi kiri sebelum menceploskan sepakan terarah ke pojok kiri gawang Laskar Ronggolawe jauh dari jangkauan Rully.

Usai mencetak gol, local hero bagi suporter PSIM tersebut berselebrasi bersama rekan-rekannya dengan menutup satu mata sebelah kanan dengan tangan kanan. Perayaan gol tersebut identik dengan selebrasi striker timnas Indonesia U-22, M. Rafli saat membela Arema FC di kompetisi Liga 1.

Selebrasi yang sangat bermakna bagi pemain yang kini menempati posisi winger tersebut. Kepada Goal Indonesia, pemain kelahiran Yogyakarta 13 Maret 1998 itu mengungkapkan makna dari selebrasi gol di hadapan ribuan suporter.

“Ya, gol itu saya ingin buktikan, bahwa putra daerah dan anak muda seperti saya, jangan diremehkan dan dipandang sebelah mata, karena saya punya motivasi dan semangat tinggi jika diberi kesempatan,” tegasnya Yoga.

Pesepakbola yang pernah dipanggil mengikuti seleksi timnas U-22 di bawah Indra Sjafri itu baru kali ini pada musim 2019 diturunkan menjadi starter. Musim lalu, Yoga menjadi pilar tim dengan permainan agresif di jantung pertahanan lawan.

Diturunkan sejak menit pertama lawan Persatu, dia tidak canggung ketika ditempatkan pelatih Liestiadi mengisi winger dengan formasi 4-3-3. Yoga bergantian di sisi kanan ataupun kiri dengan Rosy Noprihanis. Terbukti, dia memberikan tekanan melalui akselerasi maupun umpan crossing terukur, sebelum mendapatkan kesempatan mencetak gol.

“Saat dipercaya menjadi starter, saya sadar harus memaksimalkan kesempatan yang datang. Gol saya persembahkan khusus untuk kedua orang tua dan suporter yang mendukung tim ini,” sambungnya.

Pelatih PSIM, Liestiadi memuji penampilan Yoga yang terlihat sangat menikmati pertandingan serta mengikuti semua instruksi dari tim pelatih.

“Saya kira Yoga akan mengirim umpan silang, tapi bola dibawa masuk dan ditendang dengan kaki kiri jauh dari jangkauan kiper. Dia pemain bagus, agresif, dan memiliki kecepatan,” puji Liestiadi.

Secara tim, lanjut eks juru taktik Persijap Jepara ini, Yoga bisa menyatu dengan formasi yang diinginkan pelatih. Menurutnya, kemenangan atas Laskar Ronggolawe tidak hanya kerja keras satu atau dua pemain saja, melainkan kolektif secara tim.(gk-18)