Kenapa Ratu Tisha Tidak Calonkan Diri Jadi Ketum dan Waketum PSSI?

Ada 123 orang yang mendaftar sebagai calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2019-2023.

Akan tetapi, dari daftar orang tersebut tidak ada nama Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha.

Padahal, cukup banyak orang-orang lama PSSI yang kembali mencalonkan namanya untuk periode selanjutnya.

Salah satu anggota Komite Exco PSSI, Refrizal, sempat mengatakan bahwa kemungkinan besar Ratu Tisha ikut mendaftar, tetapi belum tahu berkas-berkas apa yang diambilnya.

Namun demikian, sampai penutupan tidak ada nama wanita lulusan FIFA master tersebut.

Saat dihubungi BolaSport.com, Refrizal pun akhirnya buka suara mengapa ia sempat mengutarakan nama Ratu Tisha.

“Jadi gini awalnya, waktu kami lagi ngobrol-ngobrol bareng dengan Exco PSSI, kami bilang Ibu Tisha coba maju saja menjadi Ketum, atau Waketum PSSI. Dia tidak menjawab dan hanya senyum saja,” kata Refrizal.

Menurut Refrizal, ada banyak orang yang juga mencalonkan Ratu Tisha untuk maju.

Tetapi rupanya tidak didukung penuh oleh klub.

“Jadi satu klub hanya boleh mendukung satu calon untuk ketum dan wakil PSSI,” kata Refrzial.

Refrizal cukup kaget juga ternyata tidak ada nama Ratu Tisha di pendaftaran.

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memprediksi bahwa Ratu Tisha masih betah menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI.

Proses pemilihan Sekjen PSSI untuk periode selanjutnya sesuai arahan dari Ketua Umum terpilih.

Bisa saja, Ratu Tisha akan menjadi orang terpercaya untuk menjadi Sekjen PSSI kembali.

“Mungkin dia masih betah jadi Sekjen. Kayanya dia juga mau menjabat jadi sekjen untuk periode selanjutnya. Namun semua itu tergantung juga keputusan dari Exco PSSI yang baru,” kata Refrizal.

Perlu diketahui, Ratu Tisha bisa dibilang Sekjen PSSI pertama yang berasal dari wanita.

Ia terpilih setelah mengikuti berbagai macam tes terbuka dengan mengalahkan 39 orang lainnya.

Ratu Tisha datang untuk menggantikan Ade Wellington yang mengundurkan diri.

Ade Wellington merupakan Sekjen PSSI yang ditunjuk Edy Rahmayadi ketika terpilih menjadi Ketum PSSI sebelum akhirnya mundur.

“Ratu Tisha itu kan masuk jadi Sekjen PSSI setelah mengikuti test berbagai macam, karena ada sekitar 40 orang yang mencalonkan diri menjadi Sekjen PSSI, namun poin dia paling tinggi dan akhirnya dia yang terpilih,” kata Refrizal.

Komite Pemilihan (KP) PSSI juga sudah verifikasi berkas-berkas calon pengurus PSSI nantinya.

Setidaknya, ada 32 orang yang tidak lolos dan beberapa nama boleh dipersilahkan mengajukan banding ke Komite Banding (KB) PSSI sampai 18 Oktober 2019.

Nantinya pada 19 Oktober 2019, KP dan KBP akan mengumumkan nama-nama tetap yang bisa lanjut ke tahap selanjutnya.

Setelah itu, Ketua Umum yang tetap lanjut dipersilahkan untuk melakukan kampanye hingga debat terbuka yang akan diselenggarakan oleh KP dan KBP sebelum Kongres PSSI digelar pada 2 November 2019.