2 Kali Kalah di China, Indra Sjafri Ungkap Masalah di Timnas Indonesia U-22

Timnas Indonesia U-22 belum pernah meraih kemenangan dalam laga CFA Team China Chong Qing Three Gorges Bank Cup International Football Tournament 2019. Pelatih Indra Sjafri menyoroti sejumlah aspek yang masih menjadi kelemahan timnya.

Timnas Indonesia U-22 sejauh ini menelan dua kekalahan dan sudah kebobolan dua kali. Egy Maulana Vikri dkk kalah 0-1 dari China dan takluk 0-1 dari Yordania.

Pada laga melawan Yordania, Indra Sjafri menyoroti kualitas pemain di lini belakang yang saling menunggu. Kemudian sirkulasi bola juga sering keliru dan tak sigap ketika melakukan perpindahan.

“Gol yang terjadi pada pertandingan tadi (melawan Yordania) karena kurangnya komunikasi pemain belakang. Mereka saling menunggu sehingga pemain lawan leluasa untuk menguasai bola,” kata Indra Sjafri.

“Selain itu, sering juga terjadi situasi lawan lebih banyak saat bola dimainkan di daerah permainan kami. Akhirnya hilang bola. Satu lagi, jarak antarpemain terlalu berjauhan. Ini semua harus saya perbaiki ketika melawan Arab Saudi nanti,” tegas pelatih asal Sumatra Barat itu.

Laga melawan Arab Saudi jadi momentum kebangkitan Timnas Indonesia U-22. Pasukan Indra Sjafri wajib bermain bagus untuk bisa menunjukkan kematangan dalam persiapan menuju SEA Games 2019.

Pelatih Indra Sjafri tak menutup peluang untuk melakukan rotasi pemain Timnas Indonesia U-22 pada laga melawan Arab Saudi. Indra ingin benar-benar diyakinkan akan kemampuan kualitas pemain untuk skuat SEA Games 2019.

“Dalam setiap pertandingan saya akan selalu melakukan rotasi. Jadi, saya tahu mana pemain yang layak untuk bisa masuk dalam skuat untuk SEA Games 2019 pada November mendatang,” ucap Indra Sjafri.

Pada laga kedua melawan Yordania, Indra Sjafri sudah melakukan rotasi dalam starter pemain. Sebanyak lima pemain diganti dan dicoba dengan memainkan sosok lainnya.