Meski Berat, Arema FC Sepakat dengan Keputusan soal Lanjutan Liga 1

Arema FC sebelumya memang berharap tidak ada penundaan jadwal di Liga 1, meski komitmen klub untuk melanjutkan kompetisi sesuai jadwal harus mengorbankan salah satu unsur sepak bola.

Satu unsur yang sangat penting itu adalah soal fairness atau keadilan. Yaitu ketika sebuah klub harus menggelar laga kompetisi sesuai jadwal, namun harus berpindah home base.

Opsi itu menjadi kesepakatan para klub Liga 1 dalam emergency meeting yang digelar di Bali, Sabtu (12/11/19) kemarin. Khususnya bagi sejumlah tim yang kesulitan mendapat izin keamanan, sehingga harus memindahkan venue untuk menggelar laga sesuai jadwal.

“Ya mau bagaimana lagi. Meski memang harus mengorbankan sisi fairness nya,” ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Dia melihat, opsi itu lah yang menjadi solusi terbaik bagi kelanjutan kompetisi Liga 1 musim ini. Terlebih jika kompetisi harus molor dari rencana awal, maka akan banyak pihak yang dirugikan.

“Pilihannya, antara menggelar pertandingan tetap di kandang tanpa penonton, atau pindah kandang dengan penonton,” tutur Ruddy.

“Meski tidak bagus secara unsur fairness, tapi itu menjadi solusi untuk menggelar pertandingan sesuai jadwal dan tidak ada penundaan lagi,” sambung dia.

Arema FC sendiri sudah merasakan imbas dari sulitnya perizinan dalam menggelar pertandingan yaitu jelang super big match kontra Persib Bandung yang sedianya digelar pada 28 September, dan ditunda sampai belum jelasnya jadwal pengganti hingga saat ini.