Liga 1 Sesuai Jadwal, Arema Bersiap ke Kandang PSM Awal Pekan

Setelah jeda FIFA Matchday, Shopee Liga 1 2019 bergulir lagi pada 16 Oktober. Itu sesuai dengan hasil rapat PT Liga Indonesia Baru bersama semua klub di Bali, Sabtu (12/10/2019). Ini jadi solusi terbaik, karena kompetisi dijadwalkan rampung pada akhir Desember.

Hasil rapat itu membuat Arema FC lega. Mereka sudah melakukan persiapan serius dalam beberapa hari terakhir. Pada Kamis (10/10/2019) tim Singo Edan baru saja melakoni latihan fisik di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang.

Harapannya, Sylvano Comvalius dkk. bisa dalam kondisi puncak ketika menjalani laga terdekat di kandang PSM Makassar (16/10/2019).

“Kompetisi sudah ditetapkan berjalan sesuai jadwal. Jadi, Arema fokus dengan tiga laga tandang. Terdekat, melawan PSM Makassar. Karena pertandingan ini sudah mendapatkan ijin dari Kepolisian setempat,” jelas General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Sebelumnya, beredar kabar dua pekan ke depan kompetisi ditunda lagi karena agenda politik pelantikan presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober, sehingga kepolisian fokus mengamankan agenda tersebut.

“Kami sudah dapat kabar jika pertandingan lawan PSM dapat izin. Kemungkinan tim berangkat Senin (14/6/2019),” sambungnya.

Khusus untuk pertandingan Liga 1 2019 lainnya, jika Kepolisian tidak mengeluarkan izin, maka tuan rumah harus menggelar laga tanpa penonton. Andaikan juga tidak dapat lampu hijau, alternatifnya tuan rumah harus menggelar laga di tempat lain yang situasinya aman.

Tiga Laga Tandang

Untuk Arema, mereka akan menjalani tiga laga tandang Liga 1 2019.

“Tinggal menunggu keputusan masing-masing tuan rumah. Setelah PSM, kami melawan Persipura. Kabarnya akan main di Stadion Aji Imbut, Tenggarong. Selanjutnya melawan Tira Persikabo,” jelas Ruddy.

Sejatinya, Persipura menggunakan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo sebagai kandang sementara. Tapim khusus melawan Arema dipindahkan ke Tenggarong.

Persipura memilih Tenggarong lantaran ada kemungkinan Aremania akan datang jika tetap digelar di Sidoarjo. Hal itu membuat situasi rawan gesekan mengingat Sidoarjo berdekatan dengan Surabaya.