Gagal Juara, Pelatih Barito Putera U-20 Sayangkan Kepemimpinan Wasit

Barito Putera gagal mewujudkan ambisi mereka untuk menjadi juara Elite Pro Academy Liga 1 U-20 2019. Itu lantaran pada laga final mereka ditaklukkan Persebaya Surabaya lewat adu penalti dengan agregat skor 6-3, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (12/10) malam. 

Pelatih Barito Putera U-20, Andi Abu Nawas, menuturkan timnya menerima kekalahan ini dan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk lebih baik ke depan. Hanya saja, dia juga mengkritisi kepemimpinan wasit Naufal Adya Fairuski asal Jawa Barat pada laga ini.

“Hanya satu yang kami sayangkan, bahwa pengadil yang di dalam lapangan, apalagi yang namanya kita dalam pembelajaran, minimal diberi pelajaran yang benar. Wasit tuh harus tegas, jangan mau diintervensi oleh kedua tim. Buat saya hampir tidak relevan, apalagi hampir seluruh Indonesia menonton,” ucap Andi.

Lebih lanjut, Andi juga mengakui timnya lengah pada menit akhir. Padahal sempat dalam posisi unggul 3-2, namun mampu disamakan pada detik akhir pertandingan babak kedua oleh Persebaya melalui gol Brylian Aldama.

“Anak-anak lengah, yang seharusnya gol itu tidak perlu, justru terjadi gol. Ini membuktikan bahwa, jangan pernah merasa menang dan kalah sebelum peluit panjang berbunyi. Itu yang harus pemain pahami, karena dalam hitungan detik bisa mengubah yang terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, pemain Barito Putera U-20, Yuswanto Aditya, tetap bersyukur meski gagal membawa timnya memenuhi target juara. 

“Namun benar kata coach, sangat disayangkan keputusan wasit. Tapi ini semua jadi pelajaran bagi kami,” ucap Yuswanto.