Jadwal Liga 1 Putri 2019 Dinilai Tidak Masuk Akal

Pelatih PSM Makassar, Yusrifar Jafar, mengeluhkan padatnya pertandingan Liga 1 Putri 2019. Menurutnya, jadwal tersebut tidak manusiawi untuk perempuan yang memiliki kondisi yang berbeda dengan laki-laki.

Pertandingan Liga 1 Putri ini dibagi menjadi empat seri, satu seri memiliki pertandingan 2 hari main dan sehari istirahat. Bahkan, ada klub yang harus bermain dalam dua hari beruntun. Menurut Yusrifar, jadwal seperti ini tidak masuk akal.

Tidak heran, sejumlah pemain ada yang tumbang karena mengalami kram dan cedera lantaran kelelahan, termasuk yang dialami para pemain PSM. Apalagi persiapan PSM bersifat dadakan, sehingga kondisi fisik pemainnya masih belum siap. Salah satunya terlihat saat PSM bermain melawan Arema, Kamis (10/10). Di laga itu, PSM takluk dengan skor tipis 1-0.

“Sangat jelas kehabisan stamina memengaruhi permainan kami. Secara fisik dan psikologis wanita dan laki-laki sangat berbeda. Kekuatan dan daya tahannya juga sangat berbeda. Arema memiliki recovery dua hari sedangkan kami baru saja main kemarin (Rabu, 9 Oktober 2019) dan bermain lagi hari ini (kemarin). Jadi mungkin jadwal harus direvisi kembali,” tegas Yusrifar.

“Ini bukan tentang kami, karena tim di grup B seperti Persipura, Persebaya, dan mungkin juga grup A mengeluhkan hal yang sama. Karena ini profesional jadi jadwalnya tidak masuk akal. Laki-laki saja dengan jadwal seperti ini pasti angkat tangan. Untuk wanita ada saat menstruasi atau terkadang labil. Jadi itu saran kami ke pengelola turnamen,” tambah eks pemain PSM itu.

Yusrifar menegaskan, revisi jadwal untuk seri 2, 3, dan 4 menjadi harapan atau bahkan keharusan yang dilakukan pihak penyelenggara dalam hal ini PSSI. Setidaknya, harus ada waktu recovery dua hari.

“Tapi kalau kurang 24 jam ya bakal bermasalah. Terapi air tidak banyak membantu karena istirahatnya pemain kurang. Ini membawa konsep Filanesia, tetapi Filanesia tidak seperti itu. Karena ada aturan main kurikulum, ini bukan Filanesia jadi ya tidak dapat. Turnamen ini tidak dipersiapkan dengan baik dan belum siap penyelenggaranya,” sambungnya.

Masalah waktu recovery juga dikeluhkan oleh pelatih Arema, Alief Syahrizal. Dirinya menilai anak asuhnya tidak bisa bermain dengan baik karena energinya sudah habis. 

“Kami dan sejumlah tim lain mengalami masalah yang sama. Kami melihat pemain sudah berusaha keras mengejar bola dengan kondisi fisik seperti itu,” ucap Alief.(gk-48)