Elite Pro Academy Jadi Titik Awal Perubahan Sepak Bola Indonesia

Mantan kiper Timnas Indonesia, Eddy Harto, mendukung penuh pelaksanaan Elite Pro Academy Liga 1. Kompetisi dengan tiga jenjang usia ini diyakininya akan menjadi titik awal perubahan sepak bola Indonesia.

Ada tiga jenjang usia dalam Elite Pro Academy Liga 1, yakni U-16, U-18 serta U-20. Keberadaan kompetisi di tiga kelompok usia ini menyelamatkan banyak bakat-bakat potensial Tanah Air.

Berdasarkan pengalaman Eddy Harto, banyak potensi Tanah Air yang berhenti sepak bola setelah mengikuti Piala Soeratin U-18. Pasalnya, dari kompetisi usia muda itu, jenjangnya langsung menuju senior.

Alhasil, ketika gabung klub senior, tim pelatih kadang masih memperbaiki teknik dasar sang pemain. Keberadaan Elite Pro Academy bisa memperbaiki alur ini. Selain itu, para pemain muda pun sudah dibimbing pelatih-pelatih berkualitas.

“Akhirnya anak-anak muda ini punya tempat berkompetisi, bisa latihan rutin, dapat pelatih yang berkualitas. Mereka dapat ilmu yang bisa kita harapkan ke depannya. Saya yakin inilah titik perubahan sepak bola Indonesia,” ucap Eddy Harto kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT.

Eddy Harto melihat kontestan Elite Pro Academy cukup jujur perihal usia pemain. Tak ada lagi selentingan soal pemalsuan data pemain yang kerap terjadi beberapa tahun silam.

“Semua data masuk dalam IT PSSI. Otomatis di tahun-tahun berikutnya bisa terdeteksi. Ini bagus. Jangan seperti dulu. Beberapa pemain sudah melewati usia sebenarnya. Kelihatannya di junior menang-menang, tapi saat masuk senior habis,” tuturnya.

“Elite Pro Academy harus jalan terus. Kelompok usia 16, 18 dan 20 saya kira sudah tepat. Setelah itu ada Liga 3 dengan usia 21 tahun. Jenjangnya sudah bagus,” tandasnya.