Terancam Degradasi, Pemain Madura FC Dapat Kritik Keras dari Pelatih

Agus Yuwono melayangkan kritik yang cukup tajam atas komitmen sejumlah pemainnya, pasca Madura FC dikalahkan 0-2 oleh Persik Kediri di Stadion Brawijaya Kediri, Jumat (04/10/19) lalu.

Kritik itu sebagai bentuk respons dalam menyikapi hasil yang sangat menyesakkan. Betapa tidak, performa yang ditampilkan Bakori Andreas dkk dianggap jauh tidak sesuai apa yang diharapkannya saat melawan Persik Kediri.

Penguasaan bola tidak tercapai, penyelesaian akhir juga tidak maksimal, plus sering nya kesalahan elementer yang dibuat hingga menghasilkan sejumlah blunder krusial.

“Sejumlah pemain di tim ini masih ada yang bermain fight untuk tim, tapi juga ada beberapa yang bermain untuk dirinya sendiri,” kritik Agus Yuwono.

Kekalahan itu memang bukan sekedar hasil tanpa poin biasa. Namun memiliki efek demikian besar, terhadap peluang tim berjulukan Sapeh Poteh untuk bertahan di kompetisi Liga 2 musim ini.

Madura FC terkunci di urutan 10 klasemen Liga 2 2019 Wilayah Timur dengan 17 poin. Sialnya, mereka tinggal menyisakan dua laga lagi di Liga 2, salah satunya menjamu Persatu Tuban di laga home nanti.

“Di pertandingan terakhir, kami tetap ingin fight meraih hasil maksimal,” beber Pelatih Madura FC asal Malang tersebut.

“Sehingga, tim ini butuh pemain yang punya jiwa petarung untuk memenangkan pertandingan. Bukan pemain berjiwa penari,” sindir dia lagi.

Kekalahan Madura FC sudah mulai tercium di awal laga. Gawang Usman Pribadi lebih dulu bobol oleh sepakan penalti Iqmal Nur Samsu di menit 11, dan dilanjutkan oleh gol Wimba Sutan Fenosa di menit 79.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.