Pelatih Madura United Memuji Debut Kadek Raditya

Kadek Raditya Maheswara telah menjalani laga debut bersama Madura United di Shopee Liga 1 2019. Kadek tampil penuh selama 90 menit saat Laskar Sape Kerrab menang 2-1 atas Persib Bandung dalam laga pekan ke-22 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Sabtu (5/10/2019).

Pelatih Madura United, Rasiman, tidak serta merta memberi kesempatan kepada bek berusia 20 tahun itu untuk tampil dalam pertandingan ini. Dia mempertimbangkan banyak hal, termasuk meminta masukan dari pemain senior di tim asuhannya.

“Dalam memilih pemain, saya bertanya kepada kapten tim dan semua elemen di tim ini. Saya bukan tipe orang yang memaksakan pemain tertentu harus bermain. Saya harus berdiskusi dengan pemain senior dan rekan tandemnya,” ucap Rasiman.

Pelatih asal Banjarnegara itu melihat Raditya memiliki motivasi yang sangat kuat untuk tampil dalam laga melawan Persib. Apalagi, Madura United juga krisis stopper seiring absennya beberapa pemain belakang.

Ante Bakmaz tak bisa tampil karena terkena akumulasi kartu. Fandry Imbiri masih mengalami cedera. Guntur Ariyadi diturunkan sebagai gelandang bertahan karena stok pemain tengah juga berkurang seiring absennya Asep Berlian dan Zulfiandi.

Dengan kondisi itu, hanya satu stopper saja yang sudah reguler bermain, yakni Jaimerson Xavier. Rasiman melihat Raditya bisa menjadi tandem yang cocok di jantung pertahanan Madura United, meski belum pernah tampil di Liga 1 sejak bergabung awal musim ini.

“Kami menganalisis Kadek punya peluang untuk bermain. Fandry juga masih sakit. kami tahu risikonya seperti apa. Yang paling penting, semua pemain di tim ini harus tahu situasi di lapangan karena itu akan membuat mereka percaya diri,” imbuh Rasiman.

Raditya terlihat sempat gugup menjalani debutnya. Itu terlihat saat Persib mencetak gol cepat pada menit ketiga berkat aksi Febri Hariyadi.

Pemain asal Bali itu sebenarnya sudah membayangi pergerakan Febri Hariyadi yang mencari celah ruang tembak. Hanya, Raditya gagal menutupnya sehingga Febri membukukan namanya di papan skor.

Tetapi, setelah itu, Radit langsung berusaha menyatu dengan permainan tim. Pemain yang membela Timnas Indonesia U-19 pada 2017-2018 itu berani bergerak membangun serangan dari bawah atau membantu lini depan dalam situasi bola mati.

Rasiman kemudian meminta kepada gelandang Syahrian Abimanyu untuk membantu Raditya agar bisa membangun serangan dari bawah. Dua pemain ini sudah saling mengenal sejak lama karena pernah sama-sama di Timnas Indonesia U-19 arahan Indra Sjafri.

Keduanya kini juga sama-sama menjadi pemain Timnas Indonesia U-22 yang juga dilatih Indra Sjafri. Hal itulah yang juga membuat Raditya sedikit terbantu untuk beradaptasi dengan permainan Madura United.

“Kadek dan Abi itu alumnus Timnas Indonesia U-19 dan sering main bareng. Mereka sudah mengenal dan bisa lebih kompak. Saya minta Abi untuk membantu Kadek supaya bisa membangun serangan dari bawah lebih cepat. Alhamdulillah, Kadek menjalankan instruksi dengan baik,” tutur Rasiman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.