Galakarya 2019 Berakhir Ricuh, 4 Tim Jadi Juara Bersama

Liga Sepak Bola Karyawan (Galakarya) 2019 Nasional kembali ricuh. Izin keramaian di Lapangan Pulo Mas, Jakarta Timur itu pun harus dicabut.

Kekisruhan terjadi ketika memasuki babak semifinal. IPC TPK Pelindo yang sudah menjadi juara Grup C harus melakukan tanding ulang melawan Pemkot Ternate. Keputusan tersebut datang dari ketua penyelenggara, Jaelani Saputra.

Menurut keterangan, laga ulang itu untuk mengakomodasi protes Pemkot Ternate yang tak puas dengan keputusan wasit saat melawan Pelindo di penyisihan grup. Laga itu berakhir dengan skor imbang 2-2.

Pada perkembangannya, IPC TPK Pelindo mundur dari Galakarya 2019. Babak semifinal pun mempertemukan BPJN Maluku Vs PT THIESS (Kalimantan) dan Pemkot Babel Vs Pemkot Ternate. Pertandingan diselenggarakan di Lapangan Pulo Mas, Jumat (4/10/2019) sore.

Namun, pertandingan BPJN Maluku melawan PT THIESS Kalimantan berjalan ricuh. Jelang pertandingan berakhir pecah keributan setelah wasit memberikan kartu merah kepada pemain BPJN Maluku.

“Ya, izin keramaiannya dicabut karena ada kericuhan di pertandingan semifinal. Jadinya pertandingan final yang harusnya berlangsung Sabtu (5/10/2019) sore, dibatalkan,” ujar Jaelani kepada Bolalob, Sabtu (5/10/2019).

Jaelani yang merupakan anggota Komite Eksekutif (Exco) Asprov PSSI DKI Jakarta itu memutuskan bahwa empat tim yang berada di semifinal dinyatakan sebagai tim terbaik.

“Saya, sebagai panitia memutuskan empat tim terbaik itu sebagai juara bersama. Ini force majeur. Untuk penyelenggaraan tahun depan, pasti ada evaluasi,” tuturnya singkat.