CEO Anyar PSS Janjikan Lisensi Klub Berstandar AFC

PSS Sleman memiliki CEO baru, yakni Fatih Chabanto, yang menggantikan Viola Kurniawati. Pria asal Pekalongan tersebut memiliki ambisi demi masa depan klub berjulukan Elang Jawa itu.

Satu di antaranya membuat PSS Sleman bisa go international dalam waktu dekat. Dia menilai klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Sleman dan DIY tersebut memiliki segudang potensi.

Hal pertama yang akan dilakukan Fatih Chabanto adalah membuat PSS segera mendapatkan lisensi dari AFC. Sebagai klub promosi yang sedang naik daun, ia mengaku sah saja jika PSS ingin mengepakkan sayap ke level yang lebih tinggi.

“Dalam mengelola sebuah tim, tentu semua ada proses dan melewati tahap demi tahap. Targetnya, PSS musim ini setidaknya bisa bertahan dulu di Liga 1, secara berjenjang tiga hingga empat tahun baru ke papan atas,” jelas Fatih Chabanto di Sleman, Kamis (26/9/2019).

PSS boleh bangga dengan kondisi saat ini yang masih bertahan di 10 besar klasemen sementara Shopee Liga 1 2019. Brian Ferreira dkk. membuktikan diri sebagai tim promosi terbaik dibandingkan Kalteng Putra atau Semen Padang, yang berkutat di zona degradasi.

“Karena setiap klub tentu ingin bermain di kompetisi level Asia, termasuk kami. Namun, tentu bukan hanya prestasi, melainkan juga sarana prasana yang disebut club license,” ungkap Fatih.

Di Indonesia, belum banyak klub yang memiliki lisensi berstandar AFC. Dari data Oktober 2018, baru 10 klub yang mengantonginya, yakni Persib Bandung, Persija Jakarta, Arema, PSM Makassar, Madura United, Barito Putera, Bali United, Persipura Jayapura, Borneo FC, dan Bhayangkara FC.

“Jangan sampai seperti yang dialami Bhayangkara FC pada tahun lalu. Mereka juara di musim 2017, namun kemudian tidak bisa berlaga di kejuaraan antarklub Asia karena tidak punya lisensi klub profesional standar AFC,” tuturnya.

Selain mengejar lisensi klub, Fatih Chabanto juga berkeinginan PSS Sleman terus mengorbitkan pemain muda yang bisa jadi tulang punggung masa depan Indonesia. Praktis, akademi yang berada di bawah naungan PSS, wajib dimaksimalkan.

“Sekarang ada Elite Pro Academy (EPA), nah tahun depan kami tingkatkan menjadi akademi yang benar benar profesional sehingga potensi pesepak bola Sleman dan sekitarnya bisa menjadi bank pemain untuk level senior,” ungkap Fatih Chabanto.