Kembali Fit, Marshell Huwae Siap Jalani Tur Berat Martapura FC ke Kalimantan Timur

Menjelang tur penting ke Kalimantan Timur untuk bersua tuan rumah Mitra Kukar Minggu (28/9/201) dan Persiba Balikpapan Kamis (3/10/2019), Martapura FC bakal mendapat suntikan pemain di lini tengah.

Pemain bernomor punggung 14, Gideon Marshell Clementino Huwae mulai kembali berlatih dan kemungkinan besar bisa tampil di dua laga maha penting tersebut.

Cello sapaannya, absen saat tim Laskar Sultan Adam bermain imbang 1-1 atas Persewar Waropen di kandang.

Sebelumnya saat menang atas Persis Solo, Cello juga absen.
“Puji Tuhan sudah baikan, kemarin ada sakit di lutut tapi sekarang sudah aman,” kata pemain yang sudah menyumbang satu gol bagi tim ini.

Cello menambahkan cedera yang dia dapat saat tandang ke markas Persatu Tuban.

Lutut kanannya bermasalah karena di tekel pemain lawan.

“Memang saat lawan Persatu sudah sangat sakit tapi saya paksakan main sampai habis,” kata anak pelatih MFC Frans Sinatra Huwae ini.
Wajar Cello masih bertahan sebab saat itu Macan Gaib tertinggal dan akhirnya kalah dengan skor 2-3 atas tuan rumah.

Melawan Persis Solo di kandang, Cello absen karena masih nyeri.
Lalu lawan Bogor FC Sulut United, Cello yang belum pulih tetap membela tim.

Akhirnya menyerah saat menghadapi Persewar karena masih nyeri.
Seluruh tim anak asuhan Frans Sinatra Huwae ini harus konsentrasi penuh di sisa empat laga terakhir.

Terpeleset maka jatah 4 besar bisa direbut tim lain.

Cello mengaku sekarang dirinya tidak memikirkan tim lain yang mana yang paling berpeluang lolos.

Fokus dia hanya tim Martapura FC.

“Kalau di setiap laga kami bisa dapat poin maksimal gak ada yang tidak mungkin kalau Tuhan bersama kami. Kami pasti bisa lolos dan saya percaya sama semua orang yang ada di tim ini,” ujar pria kelahiran Banjarmasin, 17 Juni 1992 ini.

Termasuk dua laga berat ke kandang Mitra Kukar dan Persiba, Cello tidak ingin takabur bisa mengambil tiga poin.

Yang jelas dia bersama pemain lain akan berusaha semaksimal mungkin.
“Kami berusaha buat selalu curi poin di tur Kaltim ini karena kami datang ke sana bukan buat kalah,” ujar dia.

Cello termasuk pemain yang sangat setia di tim.

Peran centralnya mengatur lapangan tengah bersama Amirul Mukminin membuat dia menjadi salah satu pemain kunci.

Mengawali karier di Martapura FC saat kompetisi Divisi II pada 2012 lalu.

Hanya setahun, Cello berhasil membawa tim promosi ke Divisi Pertama Liga Indonesia.

Enam musim bersama Martapura FC, mantan pemain salah satu klub di Tapin ini sudah beberapa kali nyaris membawa tim promosi.

Namun selalu terganjal meski sudah mencapai garis semifinal.
Di musim ini Cello berharap mengulang sukses Liga 2 2017 yang membawa tim hingga menembus babak semifinal.