Jika Gagal Bidding Piala Dunia U-20, PSSI Alihkan ke Piala Dunia U-17

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, menegaskan bahwa pihaknya siap untuk berlapang dada andai bidding Piala Dunia U-20 2021 ditolak FIFA.

Hal itu diungkapkan Ratu Tisha saat menjelaskan kedatangan FIFA yang belum lama ini datang ke Indonesia untuk melakukan inspeksi ke lima stadion pada 16-19 September 2019.

Saat itu, FIFA mengunjungi lima stadion yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Pakansari, Mandala Krida, Manahan, dan Kapten I Wayan Dipta.

FIFA memilih stadion itu secara random dari 10 venue yang diajukan PSSI untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Andaipun tak terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, PSSI bakal ikut bidding lagi, namun untuk Piala Dunia U-17 2021.

“Kalau gagal kami akan coba bidding lagi untuk Piala Dunia U-17 (2021),” kata Ratu Tisha saat memberikan keterangan pers, Minggu (22/9/2019).

“Untuk itu kami harus belajar dari Peru yang sebelumnya diminta untuk jadi tuan rumah (Piala Dunia) U-17 namun tidak tercapai karena mereka tidak siap, maka dari itu dialihkan ke Brazil,” ujarnya menambahkan.

“Dari hal itu apabila diberi kesempatan, kami harus belajar dan mempersiapkan semaksimal mungkin untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia yang baik,” katanya lagi.

Sementara itu, Ratu Tisha mengungkapkan bahwa kedatangan FIFA sebelumnya bukan untuk memberikan penilaian baik atau buruknya terhadap venue yang mereka kunjungi.

FIFA hanya datang untuk melihat kesiapan venue-venue tersebut apakah siap atau tidak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Mereka datang memang hanya inpeksi saja, tidak ada catatan baik ataupun buruk,” tutur Ratu Tisha.

“Karena memang sifatnya benar-benar teknis untuk menilai dari lapangan pertandingan, tempat latihan juga, transportasi, dan hotel penginapan,” ucapnya.