Usai Imbangi Persib, Semen Padang Malah Jatuhkan Sanksi untuk Pilarnya

Gelandang Serang Semen Padang yang baru bergabung, Vendry Mofu, sudah harus merasakan sanksi akibat ulahnya.

Semen Padang cukup serius berbenah untuk mengarungi putaran kedua Liga 1 2019 dengan merekrut beberapa amunisi baru, termasuk mengganti pelatihnya.

Total, Semen Padang merekrut tujuh pemain baru pada bursa transfer paruh musim Liga 1 2019.

Mereka adalah tiga pemain asing, Yu Hyun-koo, Vanderlei Fransisco, dan Flavio Beck Junior.

Empat pemain lain adalah pilar lokal, Dimas Sumantri, Mariondo Uropmabin, Marko Kabiay dan Vendry Mofu.

Vendry Mofu, yang baru merasakan latihan dengan tim barunya harus langsung merasakan sanksi akibat dari ulah yang dilakukannya.

Hal itu terjadi ketika Semen Padang menggelar sesi latihan di Lapangan Mess Indarung, Kota Padang pada Jumat (20/9/2019).

Vendry Mofu awalnya ikut berlatih normal bersama para pemain Kabau Sirah yang lain.

Akan tetapi, Mofu harus menerima sanksi dari tim pelatih akibat terlambat datang mengikuti latihan.

Mantan pemain Bhayangkara FC ini pun harus menerima hukuman push-up di depan tim pelatih Kabau Sirah.

Meski sang pemain anyar datang terlambat dalam sesi latihan, CEO Semen Padang FC, Hasfi Rafiq, tetap menilai Mofu adalah rekrutan yang tepat bagi Semen Padang.

Rafiq merekrut Mofu dengan dasar ia adalah pemain yang berpengalaman serta pernah membela Kabau Sirah.

“Vendry Mofu bukan orang baru di Semen Padang FC, nilai plus memanggil dia lagi adalah pengalamannya,” ujar Hasfi Rafiq dikutip BolaSport.com dari laman TribunPadang.com.

Hasfi Rafiq juga berharap adanya Mofu di tim dapat mengangkat motivasi pemain muda Semen Padang.

Ia juga mengutarakan tujuannya merekrut Mofu dan Uropmabin.

Rafiq mengatakan bahwa keduanya dapat menjadi alternatif bagi pelatih baru Semen Padang, Eduardo Almeida, di bagian tengah dan sayap.

“Kami memperhitungkan mungkin ada cadangan di bagian tengah dan bagian wing. Kami juga antisipasi kalau ada apa-apa dengan pemain,” tuturnya.