Simon McMenemy Masih Layak Dipertahankan di Timnas Indonesia

Legenda sepak bola Indonesia, Budi Sudarsono, mendukung Simon McMenemy untuk tetap melatih timnas Indonesia. Menurutnya, butuh waktu bagi Simon untuk menemukan gaya permainan terbaik skuat Garuda.

Baru dua laga melakoni ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022, seruan agar Simon McMenemy mundur sebagai pelatih timnas Indonesia, disuarakan oleh sejumlah penggemar sepak bola Tanah Air. Maklumlah, para penggemar kecewa terhadap hasil yang didapatkan timnas Indonesia yang menelan dua kekalahan di awal laga Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Tampil dihadapan pendukungnya sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, timnas Indonesia dibuat tak berdaya oleh Malaysia dengan skor 2-3 dan Thailand 0-3.

Wajar bila para pendukung mendesak agar PSSI mengambil langkah cepat terkait masa depan Simon sebagai pelatih timnas Indonesia. Meski diketahui, Simon belum genap setahun atau tepatnya baru 9 bulan menukangi skuat Garuda.

Berbeda dengan para penggemar yang tak ingin Simon tetap menjadi pelatih timnas Indonesia, hal sebaliknya justru diutarakan oleh mantan penyerang Garuda era 2000-an, Budi Sudarsono.

Budi menganggap jika seharusnya publik sepak bola Tanah Air memberi waktu bagi Simon untuk melatih timnas Indonesia. Bagi Budi, SImon memerlukan waktu lebih untuk bisa mengetahui kemampuan yang dimiliki skuatnya.

“Kontrak Simon dipertahankan, jangan terlalu cepat mengganti pelatih,” kata Budi Sudarsono dilansir dari Antara.

“Misalnya ada pelatih baru, dia akan memerlukan waktu untuk penyesuaian termasuk mengenal karakter pemain,” ucapnya.

Menurut Budi, Simon masih belum menemukan strategi yang tepat dalam menangani skuat Merah Putih. Namun, mantan pemain Persik Kediri itu menyebut jika pemain yang dimiliki timnas Indonesia saat ini memiliki kemampuan individu lebih baik ketimbang skuat timnas Indonesia yang dibelanya ketika ajang Piala AFC 2007.

“Timnas jangan bermain dengan mengandalkan kekuatan seperti saat menghadapi Thailand yang banyak melepaskan umpan panjang. Itu tidak efektif juga mudah terbaca.” ungkap Budi.

“Pelatih harus menyesuaikan taktik dengan kondisi pemain. Kalau dari sisi pemain, saya rasa mereka itu lebih baik dari zaman saya,” ujarnya.

Di laga selanjutnya, timnas Indonesia akan melawan Uni Emirat Arab di Stadion Rashid Al-Maktoum pada 10 Oktober mendatang. Laga ini bisa menjadi pembuktian bagi Simon, bahwa ia masih layak untuk menukangi pasukan Garud