Otavio Dutra Anak Emas Persebaya?

Persebaya secara resmi telah melepas tiga pemain asing dalam bursa transfer pertengahan musim ini. Sebelumnya, tim Bajul Ijo menghebohkan publik dengan kembali memulangkan David da Silva pada 19 Juni 2019.

Padahal, Persebaya saat itu sudah memiliki empat pemain asing, yaitu Otavio Dutra, Manuchehr Jalilov, Damian Lizio, dan Amido Balde. Persebaya awalnya berencana memasukkan nama David jika Dutra telah resmi menjadi WNI.

Namun, Amido Balde memutuskan mundur dan hijrah ke PSM Makassar pada 31 Agustus 2019. Dengan begitu, Persebaya lebih mudah mendaftarkan David dalam situasi Dutra masih proses menjalani naturalisasi dari paspor Brasil ke Indonesia.

Setelah empat pemain asing sudah lengkap, Bajul Ijo kembali memberi kejutan dengan mendatangkan gelandang asal Australia, Aryn Williams, pada akhir Agustus 2019. Jumlah pemain asing Persebaya kembali sesak karena berjumlah lima, melebihi batasan empat pemain asing yang diatur operator liga.

Lizio kemudian ramai jadi perbincangan lantaran ia disinyalir sudah dilepas Persebaya. Acuannya, namanya sudah tidak ada dalam skuat Persebaya di situs resmi Liga Indonesia. Satu hari setelah penutupan bursa transfer, Selasa (17/9/2019), giliran nama Jalilov yang menghilang.

Pencoretan dua pemain ini sangat mengejutkan. Sebab, keduanya memiliki kontribusi yang apik selama pramusim dan putaran pertama Shopee Liga 1 2019. Asisten pelatih Persebaya, Wolfgang Pikal, membeberkan alasan melepas Jalilov dan Lizio.

“Sebetulnya mereka (Jalilov dan Lizio), dua pemain yang bagus. Tapi, dari statistik kurang sedikit produktif,” ungkap Pikal.

Kehadiran Williams secara otomatis membuat Jalilov harus angkat kaki. Keduanya sama-sama berstatus pemain asal negara anggota AFC. Meski, keduanya sebenarnya tetap sama-sama bisa didaftarkan sebagai pemain asing Persebaya.

Lizio, yang justru harus menjadi tumbal kejutan ala manajemen Persebaya. Pada Selasa (17/9/2019), mereka mendatangkan Diogo Campos, gelandang asal Brasil, dari Kalteng Putra sebagai pengganti.

“Diogo menjadi pemain terakhir yang kami rekrut di bursa transfer kedua musim ini. Kami yakin dia bisa membantu Persebaya meraih hasil yang lebih baik di putaran kedua,” kata Candra Wahyudi, Manajer Persebaya.

Otavio Dutra menjadi satu-satunya pemain asing yang tidak tersentuh dari ancaman pencoretan Persebaya. Dia juga sudah bergabung sejak musim lalu. Pemain asal Brasil itu seolah menjadi “anak emas” yang berusaha dilindungi oleh Persebaya.

Sejak awal musim, Persebaya sudah direpotkan dengan keperluan Otavio Dutra yang mengajukan proses naturalisasi, tepatnya pada Februari 2019. Beruntung, manajemen tak gegabah dengan mendatangkan pemain asing baru. Jumlah pemain asing sudah pas dengan ketentuan.

Polemik naturalisasi Dutra berlanjut saat dia menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia dengan statusnya sebagai warga negara Brasil pada Agustus 2019. Namanya dicoret karena tak kunjung mengantongi paspor WNI.

Hal ini kemudian membuat Persebaya kalang kabut dalam urusan pendaftaran pemain asing. Sebab, dalam situasi itu, mereka memiliki lima pemain asing sekaligus yaitu David, Dutra, Lizio, Jalilov, dan Williams.

Manajemen Persebaya kemudian berusaha menjelaskan kronologi betapa pusingnya mereka dengan situasi tersebut lewat artikel di situs resmi klub, berikut ini petikannya.

“Proses naturalisasi Dutra sebenarnya sudah memasuki tahap akhir. Dia sudah menyelesaikan proses di Komisi X DPR RI bersama Menpora, dan Komisi III bersama Kemenkumham. Dutra tinggal menunggu salinan keputusan presiden.”

“Dari keppres itu baru bisa dilakukan pengambilan sumpah di Kanwil Kemenkumham untuk selanjutnya dia bisa mendapatkan KTP dan paspor Indonesia. Dalam sepekan ke depan, proses naturalisasi Dutra kemungkinan akan tuntas.”

“Tarik ulur posisi Dutra sebagai pemain asing atau lokal itulah yang membuat Persebaya harus lebih cermat dalam mencari pemain baru. Mencari pemain lokal berkualitas nyaris tidak ada, karena deretan pemain lokal Persebaya sudah di atas rata-rata. Itu dibuktikan dengan banyaknya pemain yang dipanggil timnas. Sebaliknya, mencari pemain asing harus menunggu kejelasan status Dutra sampai last minute.”

Pencoretan Jalilov juga menuai tanda tanya. Pikal mencoba menjelaskan, sang pemain disibukkan dengan agenda Timnas Tajikistan selama Oktober nanti. Hal itu dianggap merugikan Persebaya. Candra pun memberi penjelasan serupa.

Hanya, penjelasan itu terkesan aneh mengingat sejatinya, pemain yang dipercaya dan bahkan jadi langganan timnas, menunjukkan kualitas sang pemain.

Di sisi lain, tidak ada penjelasan yang masuk akal perihal pencoretan Lizio, kecuali pernyataan Pikal mengenai catatan statistik. Lizio dilepas demi Williams, Jalilov dipecat demi Diogo Campos.

Hal lain adalah keberadaan Otavio Dutra. Ada kecenderungan, Persebaya menganakemaskan Dutra. Pasalnya, kekacauan slot pemain asing Persebaya dianggap berawal dari proses naturalisasinya. Namun, benarkah demikian?