Milomir Seslija Punya Sejarah Bagus dengan Arema di Lamongan

Arema boleh saja kalah dengan skor identik 0-4 saat melakoni laga tandang melawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, dalam dua tahun terakhir. Namun, dalam lawatan terdekat, Jumat (20/9/2019), Arema ingin menghapus catatan itu.

Satu di antara modalnya, pelatih Arema, Milomir Seslija, punya kenangan bagus ketika membawa tim Singo Edan ke Lamongan pada musim 2016.

Ketika itu Milo jadi pelatih tim Singo Edan di ajang ISC. Arema berhasil mempermalukan Persela, dua gol tanpa balas. Cristian Gonzales dan Sunarto jadi bintang kemenangan Arema saat itu.

“Sebenarnya pertandingan yang sudah berlalu itu hanya jadi sejarah. Tapi, kami akan berusaha mengulanginya,” Milo.

Hanya, pada musim 2016, Arema sedang dalam puncak performa di Lamongan. Pemain sekelas Gonzales, Raphael Maitimo, Esteban Vizcarra, dan yang lain masih bercokol di skuat Arema.

Setelah meraih kemenangan di Stadion Surajaya, mereka jadi pimpinan klasemen sementara. Di akhir musim, Milo membawa Arema jadi runner-up ISC 2016.

Komposisi pemain saat ini tidak bisa dibandingkan. Sekarang Arema dihuni banyak pemain muda yang dipadukan dengan pemain lawas seperti Hamka Hamzah, Dendi Santoso, dan Hendro Siswanto.

“Kunci kemenangan di setiap pertandingan sebenarnya sama. Bermain kompak, jangan melakukan kesalahan, dan lebih fight,” lanjut pelatih asal Bosnia itu.

Bisa dibilang musim ini pemain Arema masih belum konsisten. Contohnya saat punya histori tak pernah menang dengan Borneo FC di Malang dalam tiga tahun terakhir. Hal itu terulang lagi pekan lalu. Arema kembali ditahan Borneo 2-2 di Stadion Kanjuruhan (13/9/2019).

“Pemain harus melupakan semua pertandingan yang sudah berlalu. Sekarang waktunya pertandingan baru dan membuat hasil yang lebih baik,” pungkas Milo mengakhiri pembicaraan.