Barito Putera Dipermalukan Bhayangkara FC, Djanur Salahkan Wasit

Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, meradang setelah timnya menelan kekalahan 1-4 dari Bhayangkara FC pada laga pekan ke-19 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Rabu (18/9/2019).

Pria yang akrab disapa Djanur itu kecewa dengan kepemimpinan wasit Agus Fauzan Arifin. Djanur menilai banyak keputusan wasit yang merugikan timnya, termasuk dua kartu merah untuk Barito Putera.

Pada laga tersebut, Laskar Antasari dalam keadaan tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC sampai menit ke-58. Petaka kemudian menimpa Barito Putera setelah Bayu Pradana mendapatkan kartu kuning kedua.

Ketika bermain dengan 10 orang, petaka buat Barito Putera bertambah pada menit ke-69. Wasit memberikan Nazar Nurzaidin kartu merah setelah melakukan pelanggaran kepada Adam Alis.

Bermain dengan sembilan orang tentu membuat Barito Putera tertekan. Hingga akhirnya mereka harus menyerah 1-4 dari Bhayangkara FC.

“Sepertinya keputusan wasit yang banyak merugikan kami. Keputusan kontroversial sehingga pemain kami sedikit terpengaruh. Dalam satu pertandingan sampai ada dua kartu merah,” kata Djanur usai pertandingan seperti dikutip situs resmi klub.

“Sebagai laga yang dimainkan di kandang, saya rasa ini sangat amat merugikan. Itu semua dipicu dengan ketidakjelasan wasit. Contohnya pelanggaran-pelanggaran yang sebenarnya tidak terjadi sehingga mengundang emosi pemain kami. Lebih berani lagi wasit mengeluarkan dua kartu merah,” tegas Djanur.

Kekalahan ini semakin membuat Barito Putera terpuruk di zona merah Shopee Liga 1 2019. Klub kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan itu tercecer di peringkat ke-17 dengan 16 poin dari 19 laga.

Barito Putera wajib bangkit dan kembali ke jalur kemenangan untuk bisa merangkak dari zona merah. Namun, misi tersebut diprediksi tak akan mudah.

Pada laga selanjutnya, Barito Putera akan menantang Persija Jakarta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (23/9/2019). Laga ini bakal berlangsung seru karena mempertemukan dua tim papan bawah yang berusaha keluar dari zona bahaya.