Antony Putro Nugroho Akhirnya Berjodoh dengan PSS

Pemain sayap jebolan Timnas Indonesia U-23, Antony Putro Nugroho, jadi satu di antara pemain yang hengkang di masa-masa terakhir di bursa transfer paruh musim. Pada hari terakhir pendaftaran, Senin (16/9/2019), PSS Sleman resmi menggaetnya dari Kalteng Putra.

Pemain 25 tahun ini mengaku rindu dengan kampung halamannya, Bantul. Kebetulan PSS Sleman juga ingin merekrutnya.

Dari segi jarak, Sleman dan Bantul tentu tak jauh, ketimbang membela klub beda provinsi, apalagi di luar Pulau Jawa.

Setelah lewat proses negosiasi dan mengantongi surat keluar dari Kalteng Putra, Antony dijadwalkan sudah berada di Sleman pada Rabu (18/9/2019).

“Saya sudah merantau 10 tahun. Sejak kelas 2 SMP. Waktu itu ke Palembang ikut Sekayu Youth Soccer Academy dengan Coach Kas Hartadi. Saya merasa sekarang waktunya untuk pulang dari perantauan,” kata pemain yang pernah memperkuat Barito Putera dan Arema FC ini.

Di tim Kalteng Putra, Antony tidak selalu jadi pilihan utama. Dari 12 kali kesempatan bermain, dia hanya empat kali jadi pemain inti. Alumni SAD Uruguay ini selebihnya main sebagai pengganti.

Meski demikian, Antoni sempat merasa bermain di tim tanah kelahiran bersama Kalteng Putra. Penyebabnya, pada awal musim ini, tim berjulukan Isen Mulang tersebut bermarkas di Stadion Sultan Agung, Bantul, lantaran Stadion Tuah Pahoe masih direnovasi untuk memenuhi standar di Liga 1.

“Dulu saya merasa seperti main di rumah sendiri karena rumah saya dekat dengan Stadion Sultan Agung, Bantul,” jelasnya.

Antony mengaku sebenarnya sudah sejak beberapa tahun terakhir punya hasrat untuk bermain di PSS Sleman karena tidak ingin terlalu lama lagi berpisah dengan keluarga besarnya.

Namun, dia masih belum berjodoh dengan tim Elang Jawa sehingga Antoni lebih dulu merantau ke beberapa klub seperti Bhayangkara FC, PSMS Medan, dan terakhir Kalteng Putra.