Persaingan Superketat di Skuat, Gelandang Muda Arema FC Justru Tertantang

Gelandang Muhammad Rafli justru merasa senang dengan ketatnya persaingan memperebutkan posisi di tim inti pasca-kedatangan amunisi asing asal Jepang, Takafumi Akahoshi, di skuat Arema FC.

Tak pelak, situasi ini bakal menipiskan peluang setiap pemain Arema FC di lini tengah. Sektor itu praktis tinggal menyisakan satu pos sebagai penghubung di antara Hendro Siswanto yang bertipe jangkar dengan Makan Konate yang efektif saat menyerang.

Rafli mesti bersaing ketat merebut satu tempat sebagai starter. Tak hanya dengan Takafumi, dia juga mendapat kompetitor dari rekan setim di timnas Indonesia U-23, Hanif Sjahbandi, Jayus Hariono, dan sejumlah pemain muda lainnya.

“Dibilang ketat ya pasti ketat. Namanya menambah pemain pasti membuat persaingan bertambah, tapi menurut saya justru bagus. Karena tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan performa Arema FC,” kata Muhammad Rafli, Senin (16/9/19).

Rafli sendiri masih mengantongi jumlah penampilan yang minim di Shopee Liga 1 2019. Pemain kelahiran Bekasi, Jawa Barat, itu mengumpulkan 12 penampilan dengan kontribusi satu assist untuk Singo Edan.

Butuh lima penampilan dan satu assist lagi untuk membuat ia menyamai rapor musim lalu. Namun, secara umum catatan Rafli di kompetisi kasta tertinggi dua musim terakhir sudah meningkat tajam dibanding musim debutnya di Liga 1 2017 lalu, dengan hanya mencatat tujuh caps saja.

Muhammad Rafli merupakan salah satu dari empat pemain muda Arema FC yang mendapatkan kepercayaan dari pelatih Milomir Seslija musim ini selain Jayus Hariono, Hanif Sjahbandi, dan Agil Munawar.