Duel Persis Vs Madura FC Jadi Ajang Reuni Pelatih Kedua Tim

Persis Solo masih terus mengusung misi kebangkitan dalam laga pekan ke-15 Liga 2 2019 menjamu Madura FC di Stadion Wilis, Tuban, Rabu (18/9/2019). Penyebabnya, performa Laskar Sambernyawa dalam tiga laga terakhir masih jeblok.

Persis Solo saat ini sudah terlempar dari empat besar Grup Timur setelah imbang saat melawan Mitra Kukar dan kalah beruntun dari Persiba Balikpapan serta Martapura FC.

Pelatih Persis, Choirul Huda, menegaskan laga kontra Madura FC sangat krusial karena poin mereka saat ini, 20, tertinggal enam poin dari Mitra Kukar yang jadi pemuncak klasemen sementara.

“Saya mengatakan duel nanti menjadi partai hidup dan mati. Mau tidak mau harus menang, agar ada motivasi untuk bersaing di papan atas demi tiket ke babak 8 besar,” ujar Choirul Huda kepada Bola.com.

Mantan asisten pelatih Perseru Serui ini mengaku tim asuhannya sudah terlalu banyak membuang poin. Terutama kekalahan beruntun dari Persik Kediri dan Martapura FC, meski secara umum permainan Persis Solo tidak buruk.

“Secara keseluruhan, persiapan kami berjalan dengan baik untuk meladeni Madura FC. Skuat dalam motivasi tinggi, ditambah hadirnya investor baru di klub. Setidaknya dua pertandingan terakhir sangat menampar kami agar segera bangkit,” kata Choirul Huda.

Duel Persis Solo melawan Madura FC kali ini juga akan menjadi ajang reuni bagi dua pelatih, Choirul Huda dan Agus Yuwono. Agus Yuwono sebelumnya adalah pelatih Persis Solo dan Choirul Huda sebagai asistennya.

Agus Yuwono menjadi pelatih Persis sejak tengah musim 2018 menggantikan posisi Jafri Sastra. Kemudian berlanjut hingga awal musim 2019, dengan dibantu Choriul Huda sebagai asistennya.

Namun, Agus Yuwono memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya saat Persis melakoni pekan keempat musim ini (14/7/2019). Persis saat itu tak pernah menang di empat pertandingan beruntun dan ia lantas membesut Madura FC.

“Saya bisa bertemu kembali dengan pelatih Agus Yuwono, yang tetap berkomunikasi dengan baik. Tapi, di lapangan, harus profesional dan kami bertekad mengalahkan mereka,” ucap Choirul.

Agus Yuwono juga punya tekada sama Persis. Ia mengaku tetap bersikap profesional, meski Persis pernah menjadi bagian dari karier kepelatihannya.

“Secara tim, sudah siap diturunkan ada 21 pemain yang kami bawa. Saya juga harus profesional melawan mantan tim. Sisi Emosi jelas ada, tapi sebenarnya biasa terjadi di sepak bola. Bermain normal saja, bekerja keras, agar meraih hasil maksimal,” kata Agus.

“Tentu saya tahu karakter pemain Persis seperti apa, mengingat sejak musim lalu saya ada di Persis. Tapi, itu sudah masuk ranah taktik kami,” beber eks pelatih Perseru Serui.