Bambang Pamungkas Angkat Bicara Soal Pelemparan Bus Persib Bandung

Striker senior Persija Jakarta, Bambang Pamungkas (Bepe), ikut angkat bicara mengenai insiden pelemparan bus Persib Bandung. Bus Persib dilempari dengan batu oleh pelaku tidak dikenal, dalam perjalanan kembali ke hotel setelah laga melawan TIRA Persikabo di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/9) lalu.

Akibat insiden itu, dua pemain Persib, Febri Hariyadi dan Omid Nazari mengalami pendarahan di bagian kepala. Bepe pun berharap kejadian ini bisa segera direspons oleh para pemangku kepentingan sepakbola di Indonesia.

Apalagi sebelumnya, Bepe dan Persija juga sempat mengalami hal serupa jelang laga final Piala Indonesia 2018/19 lalu.

“Saya sependapat dengan @appi_info, jika kejadian ini harus segera direspons secara tegas dan keras oleh @officialpssi (PSSI), operator liga, dan juga Kepolisian. Karena apapun alasannya, kekerasan dalam ruang lingkup sepakbola sudah tidak dapat ditoleransi lagi,” tegas Bepe, dalam akun instagram pribadinya, Senin (16/9).

“Musim ini Persija Jakarta dan Persib Bandung telah mengalami tindakan kekerasan oleh oknum suporter. Jika tidak ada tindakan tegas dari pihak-pihak yang terkait, saya khawatir hal ini akan terus berulang dan menimpa tim-tim yang lain,” tambahnya.

Penyerang yang identik dengan nomor punggung 20 ini mengatakan, fanatisme suporter di Indonesia luar biasa dan merupakan aset berharga bagi sepakbola nasional. Namun jika hal tersebut sudah melampaui batas, dapat berujung anarkistis dan pada akhirnya akan merugikan semua pihak.

“Secara prestasi sepakbola Indonesia ini belum memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Jadi jangan lagi ditambah dengan hal-hal yang sifatnya memperburuk citra sepakbola Indonesia,” katanya.

“Saya masih percaya jika kita semua adalah orang-orang beradab. Maka dari itu mari kita hentikan kebiasaan buruk ini,” pungkas eks striker timnas Indonesia itu.