Pusamania Tolak Rencana Borneo FC Pindah dari Samarinda ke Bontang

Keinginan Borneo FC pindah kandang dari Samarinda ke Bontang, mendapatkan respon negatif dari pendukung klub tersebut, Pusamania.

Wacana tersebut dianggap tak layak dilakukan.

Kabar pemindahan markas Borneo FC ke Bontang sebenarnya merupakan rencana sangat serius dari sang manajer, Dandri Dauri. Dia menyebut animo penonton masih kurang saat tim berlaga di Stadion Segiri, Samarinda.

”Kami selalu berupaya mencari solusi terbaik. Opsi pindah kandang ini memang pilihan terakhir. Manajemen tidak ingin terus dirugikan dengan biaya operasional yang besar. Sementara pendapatan minim,” ucap Dandri.

Namun, rencana kepindahan markas Borneo FC ke Bontang ini mengguncang suporter.

Ketua Pusamania Tommy Ermanto Pasemah mengatakan bahwa jika rencana ini terealisasi, mereka benar-benar akan kehilangan. Sebab, Pusamania tidak dapat menyaksikan laga Borneo FC lagi. “Ya, pastinya sedih. tidak ada tim lagi di Samarinda,” kata Tommy.

Tommy menyatakan keputusan pindah markas harus dipikirkan matang-matang oleh pihak manajemen. Sebab ini memiliki imbas besar kepada suporter yang berada di Kota Tepian, julukan Samarinda.

Tommy menambahkan, isu seperti ini memang sering digaungkan. Selalu saja ada kabar yang berkembang setiap tahunnya. Mulai dari keinginan menjual klub, hingga pindah markas.

Sebagai suporter, Tommy berharap isu ini tak nyata. Tapi jika terjadi, dirinya tak dapat berbuat banyak. Namun dia menjanjikan Pusamania terus menonton laga-laga Borneo pada hari libur. “Diusahakan selalu nonton. Terutama saat libur kerja dan anak libur sekolah,” tuturnya.

Diwawancarai terpisah, dirigen Pusamania Ismail Ajib Arifin menyayangkan jika Borneo FC harus pindah ke Bontang. Sebab, jarak yang jauh membatasi pendukung dari Samarinda.

“Kalau pindah ke Bontang kami hanya bisa jadi suporter layar kaca,” ujar Arifin.

Arifin belum meyakini jika Borneo FC benar-benar pindah. Sebab belum ada pemberitahuan yang pasti kepada Pusamania. Dia juga menambahkan bahwa kurangnya dukungan suporter disebabkan karena jadwal yang tidak pas.

“Pusamania bukan hanya anak sekolah. Orang yang sudah kerja juga ada. Mungkin kurangnya karena itu. Kalau dipindah, tidak ada jaminan suporter di Bontang bakal banyak,” paparnya.