Terkait Alih Kelola Stadion GBLA, Persib Beri Waktu Satu Bulan ke Pemkot Bandung

Manajemen Persib Bandung memberi batas waktu selama satu bulan terkait kepastian pengalihan pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Apabila dalam waktu satu bulan tidak ada kejelasan, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) selaku pengelola klub Persib Bandung akan langsung mendekati Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengelola Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Hal itu ditegaskan Manajer Persib, Umuh Muchtar setelah meresmikan Mesjid Al-Ma Yacub, di sekitar kediamannya, di Bandung, Kamis malam (12/9/2019).

“Kami sangat serius untuk memperbaiki dan mengurus Stadion GBLA. Kami akan jadikan lapangan bertaraf internasional seperti di Eropa, tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan dari Pemkot Bandung,” ujar Umuh.

Umuh menambahkan, itulah mengapa manajemen Persib memberi waktu kepada Pemkot Bandung selama satu bulan terhitung sejak saat ini.

Apabila dalam satu bulan tidak ada jawaban, kemungkinan besar Persib Bandung batal mengelola stadion berkapasitas 38 ribu penonton itu.

“Kemungkinan kami akan kelola Stadion Jalak Harupat, apalagi sudah ada tawaran dari Bupati Bandung. Kami tidak masalah mengeluarkan ratusan miliar untuk memperbaikinya,” ucap Umuh.

Masih dalam Proses

Namun, alangkah baiknya Persib Bandung, yang bermarkas di Kota Bandung, bermarkas di Stadion GBLA.

“Kami ingin menata GBLA sehingga Pemkot pun tidak rugi karena biaya pemeliharaan GBLA itu cukup besar, bisa mencapai ratusan juta per bulan,” kata Umuh.

“Cuma sampai sekarang belum selesai antara Pemkot dengan Adikarya (kontraktor pembangunan GBLA). Nah, ini sampai di mana dan sampai kapan. Kalau tidak ada jawaban, mending bongkar saja itu GBLA,” cetus Umuh.

Sementara Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, mengaku hingga saat ini rencana pengalihan pengelolaan Stadion GBLA masih dalam proses.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*