Cara Unik Persebaya Beri Hukuman untuk Pemain yang Telat Datang Latihan

Persebaya mulai mengadopsi beberapa hal baru saat melakukan pergantian pelatih. Satu di antaranya adalah saat jajaran pelatih membuat David da Silva dkk. supaya lebih disiplin untuk datang tepat waktu saat latihan.

Dalam latihan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa sore (10/9/2019), ada papan roulette dengan logo Persebaya di tengahnya. Itu merupakan penentu hukuman untuk setiap pemain yang datang terlambat.

Papan itu bak roda nasib untuk pemain Persebaya yang datang terlambat, saat semua pemain dan pelatih telah siap berlatih.

“Nanti kalau ada yang datang terlambat, putar itu. Kalau berhenti, kena. Isinya hukumannya macam-macam. Bisa saja memang sedang beruntung, jadi tidak dapat hukuman,” jelas Wolfgang Pikal, asisten pelatih Persebaya.

Dalam papan berbentuk lingkaran itu, ada beberapa kolom yang berisi jenis-jenis hukuman. Di antaranya adalah mengunjungi Panti Asuhan Bonek, menjadi asisten pelatih Persebaya kelompok usia, hingga membantu juru masak di apartemen pemain.

Ada pula satu kolom yang cukup lucu. Di situ tertulis, “Bekerja di Persebaya Store selama 3 Jam”. Jika sampai jarumnya berhenti di situ, sang pemain benar-benar harus berada di toko merchandise Persebaya untuk melayani pembeli.

Adaptasi Klub Bundesliga

Namun, ada satu kolom yang jelas akan membuat pemain Persebaya bersuka ria meski datang terlambat. Kolom tersebut bertuliskan, “Your Lucky Day” atau “Hari Keburutunganmu”. Hal itu berarti sang pemain yang terlambat tidak perlu mendapat hukuman.

Pikal, sebagai asisten pelatih baru Persebaya, menjelaskan metode ini diadaptasi dari penerapan yang dilakukan oleh klub Bundesliga.

“Metode seperti ini ada di Bundesliga dan sekarang kami juga punya. Coba saja ke sana dan foto sendiri. Di sana sudah diterapkan,” ucap pelatih berusia 51 tahun itu.

Beruntung, tak ada pemain yang terlambat saat jajaran pelatih Persebaya mengenalkan cara unik untuk menghukum pemain ini.

“Selama ini, belum ada yang kena. Pemain masih disiplin 100 persen. Itu bagus,” imbuh pemegang lisensi AFC Pro tersebut.

Respons Positif

Asisten Persebaya lainnya, Bejo Sugiantoro, sangat mengagumi semangat Pikal dalam melakukan perubahan. Dia mengapresiasi langkah Pikal, yang kini jadi pengganti sementara pelatih kepala Alfred Riedl, untuk membuat pemain Bajul Ijo lebih disiplin.

“Coach Wolfgang punya disiplin yang sangat tinggi. Pemain harus berlari secepatnya menuju pelatih saat bunyi peluit. Urusan telat jangan sampai terjadi, bisa kena hukuman berat. Disiplin seperti ini sangat baik bagi pemain-pemain Persebaya,” ujar Bejo.

Meski bikin deg-degan, metode ini disambut baik oleh penyerang Persebaya, Osvaldo Haay, yang menilai hukumannya juga memiliki muatan positif.

“Tapi, saya tidak berniat melanggar dan tidak mau dihukum, jangan coba-coba,” ungkapnya, lalu tertawa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*