Tekad Marko Simic Bawa Persija Jakarta Bangkit Di Tengah Ketidakpastian Kontrak Baru

Marko Simic mengungkapkan tekadnya untuk membawa Persija Jakarta bangkit pada putaran kedua Liga 1 2019 demi bisa mengakhiri kampanye musim ini dengan pencapaian setinggi mungkin.

Prestasi Macan Kemayoran sepanjang putaran pertama jauh di bawah ekspektasi, mereka terpuruk di zona degradasi atau tepatnya posisi ke-17. Padahal mereka menyandang status sebagai juara bertahan.

Sementara di tiga ajang lainnya, pencapaian Persija juga tidak maksimal. Di Piala Indonesia 2018/19, mereka gagal mewujudkan ambisi juara setelah kalah dari PSM Makassar di final, sedangkan Piala AFC mereka akhiri di fase grup. Sebagai juara bertahan Piala Presiden pun mereka berakhir di perempat-final.

“Tahun ini bukan tahun yang bagus buat Persija. Sepenuhnya di luar harapan, posisi di klasemen sulit diterima, bukan musim yang bagus. Sejauh ini penuh kegagalan,” ungkap striker asal Kroasia itu kepada Goal Indonesia.

“Kami kalah di final Piala Indonesia padahal target kami menjadi juara, jadi kami tidak bisa menganggap itu sebagai kesuksesan. Sementara liga masih panjang, tapi kami harus melakukan yang lebih baik dan menempatkan Persija di posisi di mana seharusnya mereka berada.”

“Saya tidak mau berbicara banyak tentang Piala AFC atau Piala Presiden karena saya tidak bermain di sana, tapi saya tidak senang dengan pencapaian sejauh ini. Saya sepenuhnya kecewa dan mengharapkan yang lebih baik tahun ini setelah tahun lalu kami mencatatkan yang terbaik dalam sejarah Persija, jadi semoga segalanya cepat membaik.”

Kontras dengan performa tim, Simic justru menunjukkan konsistensi permainan yang membuatnya terus bersaing di daftar topskor Liga 1 dan catatan 12 gol sejauh ini membuatnya berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak pada akhir musim. Sangat produktif setelah menyudahi kampanye Piala Indonesia dengan koleksi lima gol.

“Tahun ini saya telah mencetak hampir 20 gol dan juga banyak penampilan, secara pribadi itu bagus tapi yang terpenting adalah performa tim dan memenangkan pertandingan, tidak masalah apabila tidak mencetak gol,” sambung pemain 31 tahun tersebut.

“Secara pribadi saya bekerja sangat keras dan saya melakukan segalanya sama seperti tahun lalu yang memberikan banyak kesuksesan, namun sayangnya tahun ini tidak. Tapi saya pantang menyerah, saya sering bangkit dari banyak situasi sulit dan sekarang ini menjadi ajang pembuktian lagi.”

“Sepakbola itu seperti melupakan masa lalu dan yang ada hanya sekarang ini untuk dihadapi. Saya selalu berdoa kepada Tuhan untuk selalu terhindar dari cedera, selalu sehat agar bisa bekerja dengan rekan-rekan setim. Saya yakin apabila tim bangkit dan memperbaiki performa bersama, maka ada peluang bagi saya untuk mencetak lebih banyak gol.”

“Saya tidak menargetkan menjadi topskor, seperti tahun lalu ketika banyak yang bertanya berapa gol yang akan saya buat dan saya tidak pernah membayangkan bisa mencetak lebih dari 40 gol [di semua kompetisi] dalam semusim, tapi saya bisa melakukannya dan saya tidak memikirkan itu.”

“Target saya adalah selalu membantu tim tampil bagus, dengan assist atau gol. Tentu saja semua orang mengharapkan saya mencetak gol dalam setiap pertandingan, tapi tentu saja dalam sepakbola tidak ada pemain yang mampu melakukan itu, jadi semacam ekspektasi besar.”

“Hanya fokus laga demi laga dan harapan terbesar saya adalah melihat Persija bangkit lagi, memiliki ikatan persatuan yang kami nikmati seperti sebelumnya, yang hal tersebut memang layak dirasakan oleh kota ini dan suporternya.”

Simic selalu sepenuh hati mengabdi kepada Persija, meski sejauh ini belum ada kepastian mengenai masa depannya di klub. Eks penggawa tim nasional Kroasia U-21 tersebut mengakui telah didekati oleh beberapa klub papan atas Liga 1, namun tetap menjadikan Persija sebagai prioritasnya.

“Dalam sepakbola segalanya mungkin. Kontrak saya akan berakhir dalam beberapa bulan ke depan. Sebelum [kasus di] Australia, saya telah sepakat dengan perpanjangan kontrak selama tiga tahun, tapi setelah itu saya tertahan di Australia yang bukan karena kesalahan saya dan pada akhirnya memang terbukti saya sama sekali tidak bersalah, itu sangat merugikan saya,” jelas Simic.

“Jadi saya belum menandatangani kontraknya. Saya kembali dan kehilangan banyak waktu dalam musim ini, tidak bisa tampil di Piala Presiden dan Piala AFC, yang keduanya merupakan kompetisi favorit saya. Saya tidak bermain sepakbola selama empat sampai lima bulan dan harus langsung menatap Liga 1 tanpa menjalami pramusim. Saya harus mulai bermain dengan performa terbaik dan memberikan banyak gol, itu sulit tapi saya bisa membuktikannya.”

“Tentu situasi seperti ini tidak memberikan kepercayaan diri yang banyak ketika Anda mengetahui kontrak akan segera berakhir dan sejauh ini belum ada perpanjangan, situasi yang membuat Anda tidak nyaman.”

“Ada beberapa klub sejauh ini yang melakukan pendekatan, bahkan ada empat atau lima klub top di liga meminta saya bergabung dengan mereka. Tapi saya selalu memberikan kesempatan kepada Persija, selalu mereka berada di tempat pertama.”

“Saya hanya menantikan apa yang akan terjadi dengan klub, masa depan yang ingin saya pecahkan, di mana saya akan bermain tahun depan, karena itu sangat penting bagi saya untuk menjernihkan pikiran agar bisa fokus dan tidak terganggu dengan hal-hal lain.”

“Jadi, memang ada beberapa klub di sini dan bahkan dari luar Indonesia yang menghubungi saya dan juga melalui agen, tapi Persija selalu menjadi prioritas saya,” pungkasnya.