Renovasi Stadion Manahan Hampir Rampung

Renovasi Stadion Manahan, yang berlokasi di tengah Kota Solo, hampir rampung. Renovasi stadion kebanggaan warga Solo yang menelan anggaran lebih Rp300 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) tersebut, hingga hari ini sudah mencapai 97 persen.

Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, tampak semringah saat mencoba lapangan Stadion Manahan dalam pertandingan sepakbola segitiga antara Pemkot Surakarta, PWI Surakarta, dan Muspida Surakarta. Pertandingan persahabatan tersebut sekaligus uji coba lapangan Stadion Manahan setelah pergantian rumput.

Rudy, sapaan akrab Walikota, berkesempatan menjajal langsung rumput Stadion Manahan saat turun bertanding melawan PWI Surakarta dalam durasi 35 menit.

“Stadion Manahan sudah sangat berubah. Kalau dibandingkan setahun lalu, jelas sangat berbeda. Saya tadi mencoba main sepakbola, kontur lapangan sangat baik, sehingga bola mengalir dengan baik,” tegas Rudy.

“Kapan diresmikan? Kami menunggu serah terima dari kementerian terlebih dulu, karena ini yang mengerjakan Kementerian PUPR. Saya ingin seremoni peresmian setelah semua fasilitas stadion, termasuk landscape sudah rampung 100 persen,” lanjutnya.

Jika nantinya sudah diresmikan, Rudy mengatakan siap mendukung program pemerintahan dalam hal ini PSSI untuk kampanye menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Kalau saya lihat, fasilitas di stadion sudah sesuai standar internasional. Jadi saya ingin Stadion Manahan juga menggelar event sepakbola internasional. Pemkot siap mendukung penuh PSSI,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta, Joni Hari Sumantri, mengemukakan progress 97 persen tersebut sisanya hanya tinggal finishing saja.

“Kalau fisik pembangunan, hampir sudah selesai. Dari pemasangan atap, kursi tunggal di semua tribun, dua papan skor digital, fasilitas tribun media, fasilitas ruang media, ruang ganti pemain, ruang pemanasan, lampu penerangan, dan lainnya sudah selesai,” terangnya.

Khusus untuk lampu, pihaknya sudah mencoba penyalaan lampu jika ada pertandingan malam. Secara umum lampu-lampu field of play (FOP) yang terpasang sudah sesuai standar yakni berkekuatan 1.500 lux.

“Pemasangan paling akhir yakni lintasan lari. Tadi memang dari PT Adhi Karya melarang sintelban diinjak secara langsung, karena baru saja dipasang. Untuk pemasangan sintelban PT Adhi Karya menggandeng Federasi Atletik Internasional (IAAF). Pengerjaannya sangat detail dan sesuai standar internasional,” pungkas Joni.(gk-18)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*