Raih Lisensi AFC Pro, Aji Santoso Kian Tertantang bersama PSIM

Pelatih PSIM Yogyakarta, Aji Santoso, secara resmi telah mendapat lisensi kepelatihan AFC Pro. Dia menghadiri penyerahan sertifikat bersama 22 pelatih lain di Hotel Century, Jakarta, Jumat malam (6/9/2019).

Para pelatih itu membutuhkan setahun lebih menjalani kursus tersebut. Aji Santoso lega, akhirnya berstatus sebagai pemegang lisensi kepelatihan tertinggi di Asia.

“Alhamdulillah, setelah saya bersama teman-teman pelatih lain melakukan kursus selama setahun, hasilnya kami dinyatakan lulus. Kami sudah mendapat sertifikat setelah penyerahan itu,” kata Aji kepada Bola.com, Sabtu (7/9/2019).

“Ini memang baru pertama kali diadakan. Kami ucapkan terima kasih setelah penyelenggaraan kursus AFC Pro. Ke depan mungkin ada lagi, tapi belum tentu setiap tahun diadakan,” imbuhnya.

Program kursus itu memang kali pertama diadakan oleh PSSI. Pesertanya berasal dari beberapa negara, 23 dari Indonesia, tiga dari Malaysia, dan satu lagi berasal dari Jepang.

Raihan ini diharapkan meningkatkan kualitas pelatih sepak bola untuk bisa bersaing dengan pelatih asing. Aji Santoso berharap, setiap arsitek impor yang datang juga memiliki standar yang sama dengan lokal.

“Pelatih asing pun kalau menjadi pelatih kepala (di klub Indonesia) seharusnya bisa memiliki standar yang sama. Itu nanti akan terjadi persaingan dengan pelatih lokal,” ucap mantan pelatih Persela Lamongan itu.

Tantangan Lebih Berat

Sebagai pelatih PSIM, Aji Santoso merasa makin tertantang dengan status barunya itu. Dia ingin membawa klub berjulukan Laskar Mataram itu meraih prestasi terbaik di Liga 2 2019.

“Tentunya, tantangannya lebih berat ke depan. Setelah mendapat ilmu dari kursus itu, kami harus menerapkan pada tim yang dipimpin masing-masing. Ini tantangan yang tidak mudah,” ujar Aji.

“Memang tidak ada jaminan 100 persen nanti akan berhasil di tim masing-masing. Tapi, langkah-langkah untuk berprestasi pelatih berlisensi AFC Pro sudah punya. Tinggal faktor lain untuk menunjang, mulai dari pemain, manajemen, sampai suporter,” tutur pelatih berusia 49 tahun itu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*