PSSI Beri Potongan Harga Tiket Timnas Vs Thailand

Kekalahan Timnas Indonesia dan rusuh suporter membuat PSSI membuat langkah untuk membujuk penonton datang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Harga tiket dipotong.

Skuat Simon McMenemy melanjutkan langkah di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan menjamu Thailand di SUGBK, Senayan, Selasa (10/9/2019). Menuju laga tersebut, Timnas kalah 2-3 dari Malaysia. Statistik menunjukkan Skuat Garuda kalah segalanya dari timnas Malaysia.

Kekalahan dari timnas Malaysia dan bentrok suporter dikhawatirkan menjadi pemicu kemalasan suporter untuk nonton langsung Timnas saat menghadapi Thailand.

Atas pertimbangan itu, panpel membuat kebijakan dengan menurunkan harga tiket. Tiket Indonesia melawan Thailand dibagi dalam lima kategori, yang termurah adalah Kategori 3 dengan harga Rp 125 ribu. Lalu Kategori 2 seharga Rp 175 ribu dan Kategori 1 dibanderol Rp 350 ribu. Adapun tiket VIP Timur dihargai Rp 750 ribu. Yang termahal adalah VIP Barat dengan harga Rp 1 juta.

“Jujur, hari ini, belum dapat update, tapi harusnya sudah mencapai 7 ribu (tiket yang terjual). Kami sudah duga kalau hasilnya tak bagus ya animonya mengecewakan. Itu kan risiko. Risiko itu juga yang sudah kami pertimbangkan sejak awal banget dan kami harus siapkan cost untuk tiga pertandingan. Untuk itu juga, harga tiket kami turunkan 20 persen untuk kelas kategori 2 ke atas,” kata Deputi Sekretaris Jenderal PSSI, Marsal Irwan Masita, kepada detikSport, Minggu (8/9/2019).

Marsal berharap dengan adanya penurunan harga, maka penonton yang hadir bisa lebih banyak. Meski dapat potongan besar, Marsal bahwa tiket yang dapat dibeli dengan potongan harga bisa dibeli melalui aplikasi mobile KitaGaruda.

“Tapi, saya tak bisa bilang apa-apa karena kami bukan Simon Mcmenemy. Pelatih pun tak mau hasilnya seperti itu kemarin, tapi imbasnya harus kami tanggung jawab dan jalani sama-sama. Enggak mungkin juga, ‘Oh penontonnya sepi, pindahkan ke Stadion Madya kan tak mungkin. Jadi kami tetap komitmen sampai amit-amit kami kena sanksi. Ya, risiko itu kami terima dan sudah kami pikirkan di awal,” dia menjelaskan.

“Penjualan tiket kan ada dua cara melalui website dan mobile apps. Nah, khusus yang discount untuk yang mobile aplikasi,” kata dia.