Evaluasi Paruh Musim Liga 1, BOPI Soroti Kualitas Wasit & Sanksi

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) kembali menggelar pertemuan dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) di kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (6/9). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas evaluasi paruh musim untuk Liga 1 dan Liga 2.

Dalam evaluasinya, ada beberapa hal yang menjadi sorotan BOPI. Di antaranya mengenai penundaan jadwal beberapa pertandingan.
“Selain itu juga terkait kuantitas dan kualitas wasit, serta titik lemah pada panitia pelaksana lokal,” ucap Richard Sam Bera, ketua umum BOPI dalam rilisnya.

Beberapa pertandingan yang masuk catatan BOPI terkait lemahnya koordinasi antara LIB dan panpel lokal di antaranya adalah, laga Perseru Badak Lampung FC menjamu Persela Lamongan yang harus dijadwalkan ulang, padahal tim tamu sudah mendarat di Lampung. Laga yang semestinya berlangsung 3 Agustus 2019 itu tertunda karena bentrok dengan penyelenggaraan Pekan Raya Lampung.

Selain itu, ada Arema FC yang beberapa laga kandangnya harus pindah dari Stadion Kanjuruhan ke Stadion Gajayana lantaran waktu pertandingan bersamaan dengan pemilihan kepala desa. Begitu juga pertandingan Persebaya Surabaya melawan Madura United dimajukan jam pertandingannya karena berbarengan dengan malam takbiran jelang Idul Adha.

“Kami berharap PT LIB dan panpel lokal lebih intens berkomunikasi, termasuk dengan pemangku kepentingan keamanan setempat, sehingga hal-hal seperti ini bisa diantisipasi lebih baik,” ungkapnya.
Di samping itu, Richard juga menyarankan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk memberikan sanksi lebih tegas kepada klub yang melakukan pelanggaran. Tapi, jangan cuma terpaku kepada sanksi denda.

“Sebaiknya Komisi Disiplin PSSI tidak hanya menjatuhkan denda, tapi bisa berubah hukuman lain lebih keras, misalnya pengurangan poin pada klub yang melanggar,” jelas mantan perenang nasional itu.
Dalam kesempatan ini, BOPI sebenarnya juga mengundang PSSI. Tapi tidak ada perwakilan PSSI yang memenuhi undangan tersebut.

“Kami sangat menyesalkan ketidakhadiran pengurus PSSI, karena sebenarnya ada beberapa hal akan kami sampaikan. Termasuk evaluasi pelaksanaan Piala Indonesia, misalnya terkait belum lunasnya uang hadiah dan pembayaran wasit,” ucap Richard.

Di lain pihak, manajer kompetisi PT LIB, Asep Saputra, menuturkan pihaknya terus mengadakan evaluasi berkala. Dia pun berterima kasih atas banyaknya masukan yang diberikan oleh BOPI.

“Kami berharap pelaksanaan kompetisi ke depan bisa lebih baik, terlepas memang jadwal memang akan sangat padat karena kompetisi harus selesai pada 22 Desember tahun ini,” kata Asep.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*