Game MM Bola Tangkas Online Indonesia

Menang-Kalah Bukan Misi PSIM di Piala Hamengkubuwono X 2019

Tiga tim dengan level berbeda, termasuk PSIM Yogyakarta, bertarung dalam sebuah turnamen segitiga bertajuk Piala Hamengkubuwono X 2019 di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Minggu (8/9/2019).

PSIM Yogyakarta bakal meladeni pemuncak klasemen sementara Shopee Liga 1 Bali United dan Timnas Indonesia U-22 proyeksi SEA Games 2019. PSIM yang menyandang status sebagai tuan rumah, punya misi tersendiri.

Pelatih PSIM, Aji Santoso, mengungkap akan memanfaatkan laga kontra Bali United dan juga Timnas Indonesia U-22 untuk mematangkan permainan. Hal itu mengacu pada beberapa pemain yang baru didatangkan tim Naga Jawa di putaran pertama Liga 2 2019.

Setelah melepas 11 pemain, PSIM mendatangkan 10 pemain baru termasuk Witan Sulaeman, Syaiful Indra Cahya, dan Sutanto.

Terbaru, PSIM merekrut striker PSIS Semarang, Aldaier Makatindu, bek Persib Bandung Muhammad, Al Amin Syukur Fisabillah, dan kiper Badak Lampung FC, Aji Bayu.

“Turnamen ini sangat perlu, karena lawan-lawan PSIM punya kualitas. Ada Timnas U-22, ada Bali United, dengan deretan pemain penuh talenta yang bisa membuat kami belajar banyak,” jelas Aji Santoso setelah memimpin latihan PSIM Yogyakarta di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (7/9/2019).

“Bukan hasil akhir menang atau kalah, karena ini pertandingan persahabatan. Tapi, setidaknya bisa menjadi gambaran kemampuan bagi kami untuk dinterapkan di kompetisi,” ungkap mantan pelatih Persela Lamongan ini.

Beri Menit Bermain
Aji juga bakal memberikan kesempatan lebih banyak untuk pemain baru agar cepat beradaptasi dengan tim. Terutama posisi penjaga gawang, dengan kehadiran Aji Bayu, dapat meramaikan persaingan.

Kiper sebelumnya, I Putu Pager, belum lama ini mendapat kritikan tajam dari kalangan pendukung PSIM Yogyakarta setelah melakukan blunder dua kali di markas Persik Kediri.

“Jika ada pergantian pemain bebas, saya akan menampilkan pemain yang jarang tampil demi mendapatkan jam terbang. Kami juga bisa belajar banyak dari Bali United untuk level klub. Selain itu turnamen ini juga untuk menghibur penonton dan masyarakat Yogyakarta,” ucap Aji.