Respons Pasoepati Setelah Dilarang Dampingi Persis Solo ke Kediri

Kelompok suporter Persis Solo, Pasoepati, memberikan respons terkait pelarangan untuk mendampingi klub kesayangannya ketika bertandang ke markas Persik Kediri. Menurutnya, Pasoepati memahami kondisi yang yang sedang berlangsung setelah kerusuhan yang terjadi.

Bentrokan antarsuporter yang terjadi saat laga Persik Kediri melawan PSIM Yogyakarta, berimbas kepada klub Persis Solo. Ratusan kendaraan rusak, oknum suporter melakukan penjarahan, hingga banyak suporter yang sempat tertahan di Polresta Kediri sebagai buntut dari insiden kemarin.

Kejadian tersebut membuat suporter Persis Solo tidak diperbolehkan untuk mendampingi timnya ketika bertandang ke Kediri. Persis Solo akan menghadapi Persik pada laga pekan ke-13 Liga 2019 Grup Timur, Jumat (6/9/2019).

DPP Pasoepati menerima informasi bahwa Polres Kediri melarang suporter Persis hadir di Stadion Brawijaya untuk menyaksikan laga kontra Persik. Himbauan tersebut direspons dan tidak akan memberangkatkan anggotanya. Meski hubungan suporter Persis dengan Persik terjalin baik.

“Melihat kondisi di lapangan, waktunya memang belum memungkinkan jika kami datang ke Kediri. Semoga teman-teman bisa memahami dan menaati anjuran pihak keamanan. Kami juga terus berkomunikasi dengan elemen suporter Persik,” ungkap Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo kepada Bola.com, Rabu (4/9/2019).

Bukan Kali Pertama

Dilarangnya suporter Persis Solo ke markas lawan, ternyata tidak terjadi hanya sekali ini. Para fans Persis sempat dilarang hadir saat menyambangi markas Persatu Tuban (24/7/2019).

Situasinya juga mirip dengan yang baru saja terjadi di Kediri. Kericuhan antarpenonton saat Persatu Tuban melawan PSIM Yogyakarta dalam laga yang dimenang PSIM.

“Banyak pelajaran yang bisa dipetik atas kejadian di Kediri kemarin. Kami juga sangat prihatin insiden yang masih terulang. Semoga menjadi pembelajaran bagi seluruh suporter,” terangnya.