Persija dan Tim Lain yang Kesulitan Bersaing pada Putaran Pertama Shopee Liga 1 2019

Shopee Liga 1 2019 telah sampai pada putaran pertama yang berakhir pada Minggu (1/9/2019). Ada tiga klub yang sejauh ini terlihat kesulitan bersaing pada kompetisi elite Indonesia tersebut.

Sejauh ini baru memang baru tujuh dari total 18 peserta Shopee Liga 1 2019 yang sudah memainkan 17 laga pada putaran pertama. Masih banyaknya tim yang memiliki laga tunda, membuat sejatinya putaran pertama belum benar-benar berlalu.

Bali United menjadi pemuncak klasemen sementara dengan raihan 40 poin dari 16 laga. Serdadu Tridatu mraih 13 kemenangan, sekali imbang, dan dua kali kalah.

Sementara itu, secara mengejutkan juara bertahan Liga 1 2018, Persija Jakarta, terlihat kesulitan bersaing di Shopee Liga 1 2019. Klub berjulukan Macan Kemayoran berada di zona merah yakni urutan ke-17, karena baru mengumpulkan 14 poin.

Namun, Persija belum memainkan tiga laga tunda pada putaran pertama. Hal itu terjadi karena musim ini Persija memiliki jadwal yang padat, yakni bertarung di Piala AFC 2019 dan Piala Indonesia 2019.

Situasi yang kurang ideal buat tim sebesar Persija. Apalagi Marko Simic dkk. sudah melakukan pergantian kepelatihan dari Ivan Kolev ke Julio Banuelos.

“Kami memang menyadari keadaan sangat sulit. Namun, kami akan bekerja keras. Situasi ini akan kami lewati,” kata Banuelos pada konferensi pers setelah pertandingan melawan Badak Lampung FC (1/9/2019).

“Yang penting fokus sekarang adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi. Sebab, kami belum bisa tampil dengan kekuatan penuh. Bisa dihitung beberapa pemain yang mengalami cedera, sehingga itu sangat berpengaruh dalam penampilan Persija Jakarta,” ujar Banuelos.

Situasi yang tak jauh berbeda juga dialami Barito Putera. Klub berjulukan Laskar Antasari berada satu tingkat di atas Persija dengan keunggulan satu poin.

Barito Putera sempat kesulitan pada awal musim yang memaksa pelatih Jacksen F. Tiago mundur setelah pekan kelima. Setelah itu, tim asuhan pelatih sementara, Yunan Helmi, tetap tak mampu mengangkat performa Barito Putera.

Baru pada 21 Agustus 2019 atau pekan ke-15 Shopee Liga 1 2019, Barito Putera mengumumkan kehadiran Djadjang Nurdjaman sebagai pelatih anyar. Klub asal Kalimantan Selatan itu masih beradaptasi dengan Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, dengan raihan sekali menang dan sekali kalah.

Semen Padang Mencari Konsistensi

Semen Padang didaulat sebagai tim yang paling kesulitan bersaing pada putaran pertama Shopee Liga 1 2019. Klub asal Sumatra Barat itu menjadi juru kunci karena hanya mengumpulkan 11 poin dari 16 kemenangan.

Tim Kabau Sirah hanya meraih dua kemenangan dan lima kali imbang, dan sembilan laga lainnya berakhir kekalahan. Awan hitam di Semen Padang sudah memakan korban, yakni pelatih Syafrianto Rusli, yang memilih mundur pada pekan ketujuh.

Peralihan kursi kepelatihan kemudian diberikan pada asisten pelatih Welliansyah. Manajemen Semen Padang harus mampu mencari pelatih permanen yang punya kualitas bagus untuk bisa membangkitkan penampilan pemain.

Welliansyah berpesan agar manajemen mendatangkan pemain bagus yang memiliki naluri pembunuh di lini depan. Menurut dia, saat ini Semen Padang kehilangan ketajaman sehingga kesulitan bersaing di Shopee Liga 1 2019.