Timnas Indonesia vs Malaysia: Tren Pemain Naturalisasi

Timnas Indonesia akan menjamu Malaysia pada laga perdana putaran kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022, 5 September nanti, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat.

Kedua tim dikenal dengan rivalitas kental di mata suporter masing-masing, dalam beberapa tahun terakhir. Pertemuan keduanya selalu dinanti, dan diprediksi jadi laga yang menarik.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah kedua tim sama-sama memiliki pemain naturalisasi, atau keturunan. Bukan hanya Indonesia, namun Malaysia juga mulai gemar melakukan itu.

Dalam skuad Malaysia ramuan pelatih Tan Cheng Ho, terdapat nama Mohamadou Sumareh yang memimpin lini terdepan. Pemain asli Gambia itu bisa menempati sayap atau pun striker.
Sumareh mencatatkan debut untuk Malaysia pada 2018, ia menjadi pemain naturalisasi pertama dalam sejarah Malaysia, bukan karena faktor keturunan seperti beberapa pemain lain.

Sebenarnya Sumareh dalam kondisi meragukan untuk tampil maksimal pada laga kontra Indonesia, karena pemain berusia 24 tahun itu masih dalam tahap pemulihan cedera.

Selain Sumareh, beberapa wajah keturunan yang membela Malaysia antara lain Matthew Davies, La’Vere Corbin-Ong, hingga Brendan Gan yang sudah berusia 31 tahun dan kembali jadi pilihan.

Untuk Indonesia, pemain naturalisasi dimulai pada 2010 ketika Cristian Gonzales menjadi proyek sukses naturalisasi. Pemain berdarah Uruguay itu tampil gahar pada Piala AFF 2010.

Setelahnya, terus-menerus hadir wajah asing baru yang memegang paspor Indonesia. Bahkan, naturalisasi bisa menjadi bagian kepentingan klub untuk meminimalisir kuota pemain asing di kompetisi.

Kini di lini belakang Indonesia terdapat stoper asal Nigeria Victor Igbonefo, yang sudah pernah tampil pada Piala AFF 2014. Ada pun Stefano Lilipaly yang memang memiliki darah Indonesia.

Alberto Goncalves menjadi nama fenomenal yang tampil pada beberapa event besar setelah mendapat status Warga Negara Indonesia, seperti Asian Games, hingga Piala AFF, meski ia sudah tak lagi muda.

Simon McMenemy selaku pelatih juga mempromosikan nama baru pada skuad teranyar Indonesia, yakni striker TIRA Persikabo, Osas Saha. Pemain asal Nigeria itu mencatatkan enam gol dari 13 kali tampil di Liga 1 musim ini.

Sebenarnya masih ada Otavio Dutra yang diharapkan bisa menjadi beton di lini belakang timnas Indonesia. Sayangnya, Dutra dipastikan gagal mencetak debut pada laga kontra Malaysia, karena proses naturalisasi belum sempurna.

Diyakini nama anyar pesepakbola asing yang memegang paspor WNI akan terus bertambah. Masih ada sederet nama seperti gelandang PSM Makassar, Marc Klok, Fabiano Beltrame dari Persib Bandung, hingga Sandy Walsh asal Belgia, yang ngebet menjadi WNI.