Kerusuhan Suporter Warnai Laga Perserang vs Persiraja di Liga 2 2019

Laga Perserang vs Persiraja Banda Aceh di Liga 2 2019 diwarnai aksi tak sedap, dimana kerusuhan suporter terjadi, Senin (02/09/19) sore.

Pertandingan Perserang vs Persiraja berlangusng di Stadion Maulana Yusuf, Banten. Permainan keras dan hujan kartu dari wasit memeriahkan laga ini.

Dalam video amatir yang beredar di dunia maya, memperlihatkan terduga suporter Perserang melampiaskan amarah dengan melempar botol minuman dan benda-benda ke dalam lapangan.

Lemparan tersebut mengarah ke pemain dan ofisial Persiraja Banda Aceh. Melihat hal tersebut, pihak aparat keamanan pun bertindak untuk meredam suasana.

Demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan, tim tamu langsung diamankan ke lorong ganti pemain. Tetapi ketegangan tak berhenti di sana.

Sejumlah terduga suporter malah bisa masuk ke lorong stadion dan mengeluarkan kalimat-kalimat tak etis ke pihak Persiraja Banda Aceh.

Pihak keamanan pun berusaha meredam mereka dengan berjaga di sekitar pintu kamar ganti pemain klub yang berjuluk Laskar Rencong itu.

Usai ketegangan mereda, kedua tim pun menggelar konferensi pers. Akan tetapi jalannya acara tersebut terbilang singkat.

Bek Persiraja Banda Aceh Tri Rahmad mengaku sangat kecewa dengan kejadian yang tak mengenakan ini. Dirinya pun sempat terkena pukulan dari terduga suporter.

“Cuma di akhir laga saya kecewa. Semua bisa lihat bagaimana perilaku teman-teman di Serang dari oknum-oknumnya bisa dilihat (melakukan) pemukulan ke beberapa pemain dan saya sendiri kena pukulan,” tutur Tri kepada wartawan, Senin (02/09/19).

Tri berharap semuanya bisa lebih baik dan sepak bola indonesia agar bisa lebih maju. Tak lupa dirinya memberikan selamat atas kemenangan Perserang.

Sementara itu Sekretaris Umum Persiraja Rahmat Jailani menuturkan kepada para wartawan untuk menilai sendiri atas jalannya pertandingan dan kejadian ini.