Tutup Putaran Pertama Liga 1 dengan Kekalahan, PSS Siap Bangkit pada Putaran Kedua Kompetisi

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, memberikan selamat kepada Persib Bandung yang meraih kemenangan saat kedua tim bertanding pada laga pekan ke-17 Shopee Liga 1 2019. Pada laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat tersebut, PSS kalah dengan skor 0-1.

Gol semata wayang tuan rumah dicetak oleh Erwin Ramdani, menjelang waktu normal berakhir. Kecolongan gol pada menit-menit akhir pertandingan, membuat target satu poin di depan mata milik PSS menjadi sirna.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro mengaku timnya bermain cukup baik pada babak pertama. Sayangnya di paruh kedua, Yevhen Bokhasvili dan kawan-kawan mulai kelelahan untuk mengimbangi permainan tuan rumah.

“Selamat untuk Persib atas kemenangannya. Babak kedua mulai kendor, banyak pemain yang mengalami kram dan kelelahan. Secara keseluruhan kami sudah berusaha keras, jadi kami akan mencoba lagi di putaran kedua,” ujar Seto.

“Saya tetap memberikan apresiasi untuk pemain yang terus ngotot memberikan perlawanan. Meski secara hasil tidak memuaskan karena kalah. Kompetisi juga masih panjang, banyak hal yang harus dibenahi lagi,” ungkap Seto.

Super Elang Jawa menutup paruh musim dengan nilai 24. Kekalahan di markas Persib, membuat PSS berprotensi digeser tim lain dari posisi kelima klasemen sementara Shopee Liga 1 2019, seperti Borneo FC, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar.

Tanggapan Kapten PSS Sleman

Sementara itu, bek kanan sekaligus kapten tim PSS Sleman, Bagus Nirwanto, menyikapi kekalahan timnya dengan positif. Satu poin yang harus melayang pada menit-menit akhir pertandingan, diakuinya sebagai ketidakberuntungan.

“Mungkin ini belum rejeki dari Tuhan. Selanjutnya terus berbenah. Setidaknya kesalahan-kesalahan tidak boleh kembali terulang,” ungkap Bagus.

Tanggapan Kapten PSS Sleman
Sementara itu, bek kanan sekaligus kapten tim PSS Sleman, Bagus Nirwanto, menyikapi kekalahan timnya dengan positif. Satu poin yang harus melayang pada menit-menit akhir pertandingan, diakuinya sebagai ketidakberuntungan.

“Mungkin ini belum rejeki dari Tuhan. Selanjutnya terus berbenah. Setidaknya kesalahan-kesalahan tidak boleh kembali terulang,” ungkap Bagus.